Wali Kota Medan Rico Waas memastikan dua kepala lingkungan (kepling) yang ditangkap polisi karena menjadi pengedar narkoba dipecat. Rico mengaku kecewa dengan kinerja jajarannya itu.
"Narkoba itu Pemerintah Kota Medan mengecam benar hal tersebut. Saya mengecam benar, ya, di mana ini masih di dalam lingkungan pemerintah Kota Medan, terutama kepling, sangat mengecewakan," ujar Rico di Medan, Senin (7/9/2026).
Rico mengatakan, pihaknya akan meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang. Ia juga menyinggung akan adanya pengecekan urine yang akan dilakukan kepada aparat kewilayahan.
"Satu, pengawasan akan kita tingkatkan. Tapi ke depannya, saran-saran dan masukan dari rekan-rekan semua ini, terutama untuk pengecekan, pengecekan kepada rekan-rekan kita ASN ini, terutama yang di wilayah, untuk dites narkoba," katanya.
Menurut Rico, terkait pelaksanaan pengecekan urine kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan aparat wilayah akan dibicarakan lebih lanjut. Ia mengaku, banyak saran dari berbagai pihak pengecekan ini harus dilakukan secara rutin.
"Bagaimana check and recheck-nya. Begitu dia awal mendaftar itu harus kita lakukan. Saran-saran masyarakat itu baik sekali. Sekali lagi saya tegaskan ini (narkoba) memang harus kita berantas," ungkapnya.
Menurut Rico, pengecekan massal juga harus dibarengi dengan pendataan yang akurat.
"Bagaimana supaya apabila kita lakukan tes massal jangan sampai nanti data-datanya bisa menjadi kabur. Misalnya saya gak tahu cara-caranya, tapi mungkin bisa mengaburkannya kalau pakai hasil tes yang sebelumnya," katanya.
Karena itu, Rico sudah menginstruksikan kepada camat untuk memberhentikan kepling yang terlibat peredaran narkoba. "Kita minta dari camat yang langsung dipecat," pungkasnya.
Simak Video "Video: Gudang Narkoba di Pekanbaru Dibongkar Polda Riau, 48 Ribu Ekstasi Disita!"
(astj/astj)