6 Tahun Pakai Lensa Kontak Sepanjang Hari, Wanita Ini Buta Total 4 Bulan

6 Tahun Pakai Lensa Kontak Sepanjang Hari, Wanita Ini Buta Total 4 Bulan

Elmy Tasya Khairally - detikSumut
Sabtu, 05 Sep 2026 18:30 WIB
ilustrasi lensa kontak
Foto: thinkstock
Jakarta -

Wanita berusia 20 tahun di California, Grace Jamison, mengalami kebutaan total selama empat bulan. Hal itu terjadi karena Grace mengalami infeksi mata karena sepanjang hari memakai lensa kontak selama enam tahun.

Dikutip detikHealth dari laman people, Jamison diketahui pertama kali memakai lensa kontak sejak berusia 14 tahu. Sejak saat itu dia terbiasa mengenakan lensa kontak sepanjang hari dan sering tetap memakainya ketika mandi pada malam hari.

Lensa kontak hanya dilepas Jamiso sebelum tidur. Kebiasaan tersebut terus dilakukan hingga pada tahun lalu, saat berusia 19 tahun, ia pindah ke Republik Dominika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada suatu malam, dia melakukan rutinitasnya, yaitu mandi dengan lensa kontak terpasang, menyikat gigi setelahnya, melepas lensa kontak, dan tidur.

"Sebelum kejadian ini, tidak ada seorang pun yang pernah memberi tahu saya bahwa saya tidak boleh memakai lensa kontak saat mandi. Saya tahu Anda tidak boleh berenang dengan lensa kontak, tetapi saya tidak pernah berpikir bahwa air pancuran tidak aman untuk lensa kontak," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Mata Mulai Gatal dan Sensitif terhadap Cahaya

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, Jamison mulai merasakan ada yang tidak beres dengan matanya. Awalnya, kedua matanya terasa gatal dan kering.

Kondisinya kemudian memburuk. Matanya menjadi merah dan sangat sensitif terhadap cahaya. Dalam waktu sekitar satu minggu, penglihatannya semakin buram hingga ia hampir tidak dapat melihat dari kedua matanya.

Wanita Ini Alami Robekan Kornea Berulang

Namun, penyebab gangguan penglihatannya tidak langsung diketahui. Jamison sempat didiagnosis mengalami infeksi mata akibat herpes dan diberikan obat tetes mata steroid.

Setelah menjalani pemeriksaan berulang kali selama hampir satu bulan, dokter akhirnya menemukan penyebab sebenarnya. Jamison didiagnosis mengalami Acanthamoeba keratitis, infeksi langka dan serius pada kornea yang disebabkan oleh mikroorganisme Acanthamoeba.

"Ketika saya mengetahui bahwa banyak orang dengan keratitis Acanthamoeba kehilangan penglihatan mereka, saya sangat sedih," katanya.

"Sebagian dari diri saya berharap itu tidak akan terjadi pada saya, tetapi jauh di lubuk hati, saya rasa saya tahu betapa seriusnya penyakit ini."


Sempat Buta Selama Empat Bulan

Infeksi tersebut terus berkembang hingga Jamison sempat buta total selama sekitar empat bulan.

Kondisinya juga membuat matanya sangat sensitif terhadap cahaya. Kamar tidurnya harus dibuat benar-benar gelap dan ia lebih sering menutup mata karena merasa tidak nyaman ketika membukanya.

"Saya tidak tahu di mana letak barang-barang, dan tiba-tiba saya harus mempelajari kembali hal-hal yang selalu saya anggap biasa saja," katanya.

Setelah sekitar empat bulan, penglihatan pada mata kirinya perlahan mulai kembali. Kondisi mata kiri ternyata tidak separah mata kanan. Meski masih mengalami kerusakan dan bekas luka, kini Jamison dapat melihat menggunakan mata kirinya dengan bantuan kacamata.

Namun, perjuangannya belum berakhir. Ia masih menjalani pengobatan, termasuk menggunakan obat tetes mata yang menurutnya menimbulkan rasa perih hebat.

"Saat pertama kali saya menggunakannya, rasanya sangat perih hingga menyebabkan ruam seperti air mata di wajah saya," katanya.

"Saya sudah lebih terbiasa selama setahun terakhir, tetapi tetap saja sakit. Jadi, bukan hanya Acanthamoeba yang menggerogoti mata saya yang menyakitkan, tetapi perawatan itu sendiri juga bisa sangat menyakitkan."

Sepanjang setahun terakhir, dia menjalani berbagai perawatan, menghadiri sejumlah janji temu dengan dokter, dan melakukan penyesuaian diri dengan kehidupan yang disertai gangguan penglihatan.

Jamison menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan semata-mata karena dirinya berada di Republik Dominika. Menurutnya, Acanthamoeba dapat ditemukan di air di berbagai tempat sehingga pengguna lensa kontak tetap perlu berhati-hati di mana pun berada.

"Hanya karena sesuatu belum terjadi pada Anda bukan berarti hal itu tidak akan pernah terjadi," katanya.

"Tolong jangan pernah mengambil risiko dengan penglihatan Anda. Itu sama sekali tidak sepadan. Saya tahu itu karena saya sedang merasakan konsekuensinya," tambahnya

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Tips Jaga Kesehatan Mata: Atur Screen Time-Makan Sehat"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads