Dua peristiwa yang melibatkan adanya senjata membuat heboh warga di Kota Medan. Para pelaku membawa senjata itu, saat merampas motor pengemudi ojek online hingga merampok warung.
Kedua peristiwa itu terjadi pekan ini di lokasi dan waktu yang berbeda. Namun, kedua aksi ini sempat beredar luas di media sosial dan viral.
Berikut detikSumut rangkum penjelasan kedua kasus tersebut:
1. Debt Collector Rampas Motor Driver Ojol
Sejumlah debt collector viral saat merampas motor pengemudi ojek online. Peristiwanya terjadi di Jalan Wahid Hasyim, Medan, Selasa (1/9/2026).
Anggota Unit Reaksi Cepat (URC) Rescue Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams) Judika mengatakan peristiwa berawal saat korban R tengah melintas di jalan itu sambil menunggu order-an.
Saat hendak menuju simpang lampu merah Jalan Gajah Mada, korban didatangi pengendara yang mengaku motornya tengah mogok. Pengendara itu pun meminta korban untuk mendorong motornya.
"Hati nurani driver untuk menolong. Didorong lah motor, tapi driver nggak tahu kalau itu debt collector yang sedang menyamar untuk mengambil motor driver itu," kata Judika.
Lalu, kata Judika, saat korban mendorong motor pria yang diduga debt collector itu, tiba-tiba korban dipepet sekitar tujuh orang yang menaiki tiga sepeda motor. Para pria yang diduga juga anggota debt collector itu merampas motor korban.
Korban pun berteriak meminta tolong. Warga yang mendengar teriakan itu berdatangan dan memukuli para pria itu. Judika menyebut beberapa di antaranya sempat kabur.
Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, ada debt collector yang sempat mengambil senpi karena dimassa warga.
"Itu debt collector-nya mengambil senpi dari tas karena nggak tahan dengan massa. Iya, senpi," pungkasnya.
Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Fandi Setiawan mengatakan korban dan beberapa debt collector itu telah dibawa ke Polsek Medan Baru untuk diinterogasi. Fandi mengatakan debt collector itu memang sempat dimassa warga.
Selain itu, motor yang digunakan debt collector juga dirusak. Pihak kepolisian pun memeriksa senjata yang dibawa debt collector apakah senpi atau tidak. Hasil pemeriksaan, senjata itu ternyata mainan.
"Iya (mainan), bukan asli," kata Fandi saat dikonfirmasi detikSumut, Kamis (3/9).
Fandi memerinci debt collector yang membawa pistol mainan itu berinisial SS (36). Berdasarkan hasil pemeriksaan, senjata itu biasa dibawa pelaku untuk jaga diri.
Pada saat kejadian, pelaku mengeluarkan pistol mainan itu karena panik usai dipukuli dan motornya dirusak warga.
Namun, dalam kasus ini, polisi menahan SS bukan karena pistol mainan itu, melainkan karena kedapatan membawa pisau di sepeda motornya. Sementara terkait permasalahan antara korban dan pihak debt collector itu akan diselesaikan secara mandiri oleh kedua belah pihak.
"Kami kenakan UU Darurat. (Pisau) ditemukan di motornya," sebutnya.
Simak Video "Video: Menhub Buka Suara soal Peluang Aturan Ojol Masuk Revisi UU LLAJ"
(astj/astj)