Seruan Mojtaba Khamenei untuk Negara Muslim

Internasional

Seruan Mojtaba Khamenei untuk Negara Muslim

Tim detikNews - detikSumut
Senin, 31 Agu 2026 03:01 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei pada 24 Agustus
Foto: WANA/REUTERS TV/Handout via REUTERS
Medan -

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan negara-negara Muslim, terutama negara-negara di kawasan Teluk, untuk memperkuat persatuan dalam menghadapi pihak yang disebutnya sebagai "musuh sebenarnya". Menurut dia, perpecahan di kalangan umat Islam justru memberikan keuntungan bagi musuh-musuh.

Mengutip Reuters, Minggu (30/8/2026), seruan tersebut disampaikan melalui pesan yang diunggah di akun Telegram Khamenei dalam rangka Pekan Persatuan Islam, yang bertepatan dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dalam pesannya, Khamenei mengajak umat Muslim membangun persatuan, meningkatkan kerja sama di berbagai sektor, serta memperkuat pertahanan bersama. Ia menilai setiap pihak yang memicu perpecahan di antara umat Islam, "secara sadar atau tidak sadar," telah membantu musuh-musuh Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesan itu juga menyinggung kondisi rakyat Palestina. Khamenei mempertanyakan apakah warga Palestina akan tetap berada dalam keadaan "begitu tak berdaya" apabila negara-negara Muslim benar-benar bersatu.

Khamenei belum kembali tampil di hadapan publik sejak mengalami luka dalam serangan udara gabungan AS-Israel enam bulan lalu, yang memicu perang di Iran. Serangan tersebut turut menewaskan ayahnya sekaligus pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei.

ADVERTISEMENT

Seruan mengenai pentingnya persatuan itu sejalan dengan pesan yang sebelumnya ia sampaikan kepada rakyat Iran pada Jumat (28/8). Saat itu, ia menyatakan telah melarang berbagai tindakan yang berpotensi merusak kohesi sosial. Khamenei juga meminta para pejabat menghindari "pernyataan yang mengecewakan" karena dinilai dapat melemahkan moral nasional dan masyarakat.

Secara khusus, Khamenei mempertanyakan kepada para pemimpin Arab di kawasan Teluk apakah "para penjahat tanpa identitas" masih akan berani mengincar wilayah dan harta mereka apabila pemerintah dan masyarakat negara-negara Teluk telah "bersatu di bawah bendera Islam."

Sejak Revolusi Islam Iran pada 1979, sejumlah monarki Arab di kawasan Teluk memandang ideologi revolusioner Iran sebagai ancaman terhadap sistem politik mereka. Kekhawatiran tersebut antara lain berkaitan dengan retorika anti-monarki yang diusung Teheran serta pengaruh Iran di kawasan.

Di tengah konflik yang berlangsung saat ini, Teheran telah melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat dan sejumlah infrastruktur lain di negara-negara Teluk. Situasi tersebut semakin memperlihatkan ketegangan antara Iran dan negara-negara tetangganya di kawasan.

"Rekomendasi saya yang tegas dan berulang kali kepada para penguasa negara-negara Islam, terutama negara-negara Asia Barat dan Teluk, adalah untuk mengidentifikasi musuh sejati Anda, memahami rencananya, dan menghadapinya," kata Khamenei.



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads