Pria Nekat Pukul Wakapolsek di Samarinda, Ternyata Positif Sabu

Regional

Pria Nekat Pukul Wakapolsek di Samarinda, Ternyata Positif Sabu

Muhammad Budi Kurniawan - detikSumut
Selasa, 18 Agu 2026 17:20 WIB
Pelaku pemukulan polisi saat diamankan Polsek Samarinda Ulu. (Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan)
Foto: Pelaku pemukulan polisi saat diamankan Polsek Samarinda Ulu. (Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan)
Samarinda -

Pengemudi travel berinisial TS (28), yang sebelumnya memukul Wakapolsek Samarinda Ulu AKP Budi Santoso saat membantu proses evakuasi korban kecelakaan, diketahui positif menggunakan narkotika. Hasil pemeriksaan urine yang dilakukan polisi menunjukkan TS positif narkotika.

"Yang bersangkutan terpengaruh dengan narkotika sesuai dengan hasil lab tes urine yang kita lakukan," kata Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi, Senin (17/8/2026) melansir detikKalimantan.

Kepada polisi, TS mengaku terakhir mengonsumsi sabu dua hari sebelum kecelakaan terjadi. Konsumsi tersebut dilakukan di wilayah luar Samarinda. Polisi kemudian menggeledah mobil travel yang dikemudikannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari penggeledahan, petugas menemukan bong atau alat yang biasa digunakan untuk mengonsumsi sabu. Kendati demikian, polisi tidak menemukan narkotika jenis sabu karena diduga telah habis digunakan.

"Konsumsi dia sudah dua hari yang lalu di wilayah luar Samarinda. Kemudian kita juga lakukan penggeledahan di mobilnya, memang ditemukan bong, alat-alatnya itu. Walaupun sabunya enggak ada, sudah habis," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Asriadi menduga pengaruh narkotika menjadi salah satu faktor yang menyebabkan TS bersikap agresif ketika proses evakuasi korban kecelakaan berlangsung. Saat itu, TS bahkan melakukan pemukulan terhadap AKP Budi yang sedang membantu korban yang terjebak di bawah kendaraan.

"Makanya saya bilang kemarin bahwa tidak biasanya masyarakat ataupun siapa pun yang dibantu seperti ini terlalu agresif dan bahkan melakukan penganiayaan terhadap petugas saat itu," ujarnya.

Diketahui, TS merupakan warga Samarinda. Ketika kecelakaan terjadi, dia tengah mengemudikan kendaraan travel. Sebelumnya, TS disebut melakukan perjalanan dari Balikpapan menuju Sangatta, tetapi masih dalam kondisi mencari penumpang.

"Dia rencananya dari Balikpapan mau ke Sangatta. Soalnya masih cari penumpang," kata Asriadi.

Atas kejadian tersebut, polisi telah memanggil pemilik perusahaan travel. Pemanggilan dilakukan sekaligus untuk mengingatkan pengelola agar lebih memperhatikan kondisi para pengemudi dan mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

"Makanya kita imbau kepada pemilik travel, kemarin pemiliknya juga datang kita panggil, tolong dilihat dan diperhatikan untuk driver-drivernya. Jangan sampai driver seperti ini mengonsumsi narkoba dan kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya.

Meski TS dinyatakan positif narkotika dan polisi menemukan bong di dalam kendaraan, kasus pemukulan terhadap Wakapolsek Samarinda Ulu tetap dilanjutkan. Asriadi menjelaskan TS tidak dikenakan perkara kepemilikan narkotika lantaran polisi tidak menemukan barang bukti sabu.

Namun, hasil tes urine tersebut tetap menjadi bagian dalam proses penanganan perkara untuk mengetahui kondisi TS ketika melakukan penganiayaan terhadap AKP Budi.

"Kepemilikan sih tidak karena barangnya tidak ada. Dia hanya sebagai pengguna," ungkap Asriadi.

Di sisi lain, AKP Budi Santoso masih menjalani masa pemulihan setelah mengalami pemukulan. Wakapolsek Samarinda Ulu tersebut telah menjalani visum sebagai bagian dari penanganan kasus.

Artikel ini sudah tayang di detikKalimantan, baca selengkapnya di sini.



(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads