Polisi mengungkap teka-teki tewasnya seorang IRT di sebuah rumah kontrakan di Pelalawan, Riau, berinisial SS. Korban dibunuh pemilik rumah kontrakan, tapi yang dituduh justru suaminya.
Kasus pembunuhan SS terungkap setelah polisi merampungkan autopsi jenazah SS yang ditemukan tewas, Selasa (12/8) lalu. Hasil autopsi, korban tewas akibat dicekik dan dianiaya.
"Jadi memang korban ini ditemukan dalam kontrakan sudah meninggal. Kami periksa semua saksi-saksi karena ada indikasi tak beres," terang Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Shilton, Jumat (14/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pemeriksaan autopsi, saksi-saksi dan alat bukti rekaman CCTV itulah beberapa orang diamankan. Termasuk suami korban, WS.
WS diamankan karena kabur menuju ke Pekanbaru. Selain itu, pemilik kontrakan bernama Jamal menuding sebelum SS tinggal di rumahnya sempat ribut dengan suaminya.
Kepada polisi, WS mengaku kabur karena takut setelah cekcok. Bukan karena telah menbunuh istrinya yang ditemukan tewas dalam kontrakan di Jalan Markisa tersebut.
"Suaminya mengakui ada cekcok dengan korban hari Minggu. Bahkan awalnya dari pelaku JM ini bilang kalau suami korban diduga pelakunya, dituduhlah karena kan mereka sempat ribut," kata Shilton.
Dalam pemeriksaan intensif, penyidik pun mencurigai Jamal karena keterangannya berubah-ubah. Bahkan, rekaman di CCTV menunjukkan Jamal mondar-mandir dari sekitar lokasi dan sempat mengganti baju.
Tak sampai di situ, hasil pemeriksaan urine Jamal ternyata positif narkoba. Dari situlah polisi terus menggali keterangan saksi lain demi mengungkap berbagai kejanggalan.
Benar saja, Jamal akhirnya mengaku bahwa dialah dalang dibalik tewasnya korban SS. Aksinya itu dilakukan karena sempat minta hubungan badan, tapi ditolak.
Selain itu, korban juga beberapa kali tidak terima dan mengamuk. Suara keras dari dalam kontrakan itulah yang bikin pelaku kesal dan nekat mencekik korban di dalam kontrakan.
Setelah korban tewas, Jamal mengatur siasat dengan mengunci pintu kontrakan dari dalam. Kuncinya dibuang di dekat tubuh korban dan keluar dari jendela.
"JM ini mencekik, setelah meninggal baru ditinggalkan dengan dikunci dari dalam. Sementara dia keluar dari kontrakan lewat jendela, maka seolah korban meninggal itu karena stres akibat ribut dengan suaminya," kata Shilton.
Simak Video "Video 12 Jam Diperiksa, Keluarga Ungkap soal KDRT dalam Kasus Pembunuhan Cucu Mpok Nori"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
