Seorang pria berinisial S alias Z (46) di Samarinda, Kalimantan Timur ditangkap warga dan diikat di tiang listrik. Pasalnya pria tersebut diduga membawa kabur wanita berinisial R (33) yang diketahui telah memiliki suami.
Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial melalui video yang memperlihatkan pelaku dalam kondisi terikat di tiang listrik. Kejadian itu menjadi sorotan karena pelaku disebut mengajak perempuan tersebut menginap di sebuah musala.
Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Arie Soeharyadi menjelaskan, awal mula kejadian berawal dari perkenalan pelaku dengan korban melalui teman korban. Saat itu, pelaku mengira perempuan tersebut belum menikah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku mengenal korban dari temannya korban. Saat itu pelaku mengira korban masih bujang atau belum memiliki suami," kata Arie dilansir detikKalimantan, Rabu (5/8/2026).
Pada Selasa (4/8), pelaku mengajak korban keluar. Keduanya diketahui sempat makan bakso di kawasan Folder Samarinda, lalu pada malam harinya kembali keluar untuk menyantap nasi goreng di sekitar flyover Air Hitam.
Setelah selesai makan, pelaku mengajak korban bermalam di sebuah langgar atau musala di kawasan Suryanata. Tak lama kemudian, suami korban memperoleh informasi mengenai lokasi istrinya dan langsung mendatangi tempat tersebut.
"Mendapatkan informasi itu suami korban langsung mendatangi langgar yang dimaksud untuk mencari keberadaan istri," ungkap Arie.
Saat tiba di lokasi, suami korban mendapati istrinya bersama pelaku. Diliputi emosi, ia kemudian memukul dan mengikat pelaku di tiang listrik. Polisi menegaskan kejadian itu bukan aksi pengeroyokan ataupun amuk massa seperti yang sempat beredar.
"Perlu saya perjelas, pelaku tidak dikeroyok atau diamuk warga. Memang ada pemukulan yang dilakukan karena suami korban emosi setelah mengetahui istrinya dibawa pelaku," ujarnya.
Selanjutnya, pelaku dibawa ke Polsek Samarinda Ulu untuk dimintai keterangan. Polisi kemudian memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak dan keduanya sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi belum menemukan adanya hubungan badan antara pelaku dan korban.
"Yang jelas, antara keduanya belum sampai terjadi hubungan badan," katanya.
Selain itu, polisi juga menduga korban memiliki keterbatasan kondisi mental. Meski demikian, dugaan tersebut masih akan dipastikan melalui pemeriksaan oleh tenaga ahli.
"Korban diduga memiliki kekurangan yang tidak seperti orang pada umumnya. Namun, itu masih dilakukan pemeriksaan oleh ahli," tutup Arie.
