Ibu Eks Istri Polisi Diduga Bunuh Diri di Medan Histeris, Minta Kasus Diusut

Ibu Eks Istri Polisi Diduga Bunuh Diri di Medan Histeris, Minta Kasus Diusut

Finta Rahyuni - detikSumut
Rabu, 05 Agu 2026 18:30 WIB
Ibu mantan istri polisi di Medan yang diduga bunuh diri saat menangis histeris di depan jasad korban
Ibu mantan istri polisi di Medan yang diduga bunuh diri saat menangis histeris di depan jasad korban (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Yestin Laia, ibu dari wanita inisial L (30) yang diduga bunuh diri menggunakan senjata api mantan suaminya, Brigadir I, menangis histeris. Yestin meminta tolong ke Presiden RI Prabowo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut kematian anaknya.

"Tidak ada yang menolong selain Pak Prabowo, Pak Gibran, Pak Kapolri," kata Yestin sambil menangis histeris di depan jasad korban, Rabu (5/8/2026).

Yestin mengatakan mantan suami korban adalah seorang polisi. Menurut Yestin, oknum polisi itulah yang harusnya menolong mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengaku tak percaya anaknya tewas karena bunuh diri. Untuk itu, Yestin meminta kematian anaknya itu diusut tuntas.

"Kalian lihat anak kita ini, apa kalian bilang ini bunuh diri? saya tidak percaya. Aku minta usit lah ini benar, dibuka lah ini, transparan," sebutnya.

ADVERTISEMENT

Yestin mengatakan pihak keluarga baru bisa melihat jasad korban, kemarin. Bahkan, Yestin mengaku pihak keluarga tidak diberitahu soal autopsi jasad korban.

"Sampai saat ini hasil autopsi kami nggak dikasih. Dari hari Minggu sampai kemarin, kami tidak bisa melihat, pas penyerahan baru kami bisa melihat jenazah. Aku mamanya, nggak ada dikasih tahu anakku dibelah-belah (diautopsi)," pungkasnya.

Ayah korban, Sanalui Gowasa (56) tak percaya anaknya bunuh diri, melainkan dianiaya.

"Sebenarnya ini bukan penembakan diri sendiri, ini hasil dianiaya," kata Sanalui Gowasa (56).

Sanalui mengatakan pihak keluarga merasa ada kejanggalan atas kematian korban. Sebab, keluarga menemukan bekas lebam-lebam tak wajar di tubuh korban. Misalnya, ada bekas seperti cekikan di leher, hingga bagian mata lebam.

"Banyak kejanggalan. Dari hasil kita lihat, di sana ada (bekas) pencekikan leher dan mata lebam. semua badannya agak kebiru-biruan. Seperti apa yang diberitakan selama ini bahwa anak itu (korban) bunuh diri, merampas paksa pistol suaminya. Itu tidak benar," ujarnya.

Adik korban, Ica mengatakan bahwa pihak keluarga juga melihat ada sejumlah memar di tubuh korban. Misalnya, memar di bagian mata, bekas goresan di lutut, lebam di bagian kaki dan jari tangan serta di dekat pusar.

"Terus jari-jarinya sudah biru, tapi ada yang biru, ada yang tidak biru," jelasnya.

Selain itu, Ica menyebut ada bekas luka yang dijahit di bawah dagu. Sepengetahuannya, luka itu bukanlah bekas autopsi.

Ica mengaku pihak keluarga sudah sempat menanyakan ke polisi soal bekas luka itu. Berdasarkan keterangan petugas polisi itu, kata Ica, itu adalah bekas suntikan.

"Kalau disuntikkan kenapa lukanya besar dan harus dijahit? suntikan apa, obat apa yang dimasukkan ke dalam?,"ujarnya.

Dia menyebut tidak mau berspekulasi terkait lebam-lebam di tubuh korban itu. Namun, pihak keluarga ingin meminta penjelasan pihak kepolisian terkait luka-luka itu.

Keluarga juga mengaku heran karena tembakan itu tidak sampai menembus kepala korban. Padahal senjata yang digunakan adalah senpi.

"Kalau memang bekas tembakan, itu kan biasanya tembus. Kalau misalnya ambil peluru itu kan harus dibuka nih tengkoraknya, ini nggak, hanya ini (bagian depan wajah) dipotong. Terus bagaimana dia (korban) belajar memakai itu? kan dia orang awam, tidak tahu cara memakainya," pungkasnya.



(fnr/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads