Riau

Respons Unri soal Mahasiswa PPDS Bunuh Diri Akibat Tekanan Psikologis

Raja Adil Siregar - detikSumut
Rabu, 05 Agu 2026 14:19 WIB
Foto: Kampus Unri tampak depan. (Raja Adil Siregar/detikSumut)
Pekanbaru -

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Riau (Unri), dr TB Odih R Wahid, buka suara soal dokter ACL mengakhiri hidup dengan menyuntikkan obat karena terlilit pinjaman online dan tekanan psikologis. Ia menyebut seseorang yang menjalani Pendidikan memiliki beban dan target.

"Tekanan fisiologi tersebut tidak selalu berarti negative, seperti pada umumnya bila seseorang menjalani pendidikan apapun tentu akan ada beban dan target dalam pendidikan. Jadi bukan berarti tekanan psikologi itu hal yang negative di luar kurikulum dalam pendidikannya," katanya, Rabu (5/8/2026).

Odih mengungkap secara umum institusi pendidikan baik ada atau tidak peristiwa seperti yang dialami dokter ACL selalu melakukan evaluasi dan monitoring. Hal ini untuk penilaian SDM, Kurikulum sampai ke tahap penjaminan mutu.

"Secara umum tentu institusi pendidikan baik ada kejadian ini ataupun tidak akan selalu menjalankan Monitoring dan Evaluasi (Monev), mulai SDM, Kurikulum sampai Penjaminan Mutu," katanya.

Pihak kampus juga memastikan selama proses berjalan, peserta didik diingatkan dan diberikan dukungan. Sehingga capaian pendidikan sesuai dalam kurikulumnya.

"Termasuk di dalamnya ada unsur Peserta didik, agar diingatkan dan di support agar capaian pendidikannya sesuai mapping dalam kurikulumnya. Misalnya Proposal Tesis telah diajukan pada semester 5 dan seterusnya," kata Odih.



Simak Video "Video: Di Balik Jatuhnya ASN Nias dari Lantai 12 Apartemen"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork