Ungkap Kematian Mahasiswa PPDS Unri, Polisi Bongkar Isi HP-Bidan Asal Maluku

Riau

Ungkap Kematian Mahasiswa PPDS Unri, Polisi Bongkar Isi HP-Bidan Asal Maluku

Raja Adil Siregar - detikSumut
Jumat, 24 Jul 2026 10:40 WIB
Ilustrasi Garis Polisi
Foto: Ilustrasi. (Ari Saputra/detikcom)
Siak -

Polisi masih terus mengusut penyebab kematian mahasiswa PPDS Universitas Riau, dokter Alex Cristo Loris. Salah satunya yakni dengan membongkar isi chatting handphone dan memanggil dua rekan asal Maluku.

Pada tahap awal, penyidik telah memeriksa rekaman CCTV yang merekam detik-detik korban keluar dari RSUD Tengku Rafian Siak. Rekaman itu memperlihatkan korban keluar menuju lokasi sebelum ditemukannya mayat.

"kita sudah mendapatkan seluruh rekaman CCTV dari mulai korban keluar rumah sakit sampai menuju ke TKP. Rekaman diambil dari 2 sumber CCTV dan sudah diamankan untuk dijadikan barang bukti," terang Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos saat dikonfirmasi, Jumat (24/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, polisi melakukan pemeriksaan terhadap sekuriti, pegawai RSUD, dua dokter pembimbing residen anestesi RSUD dan satu dokter residen anestesi RSUD. Selain itu ada juga istri korban ikut diperiksa.

ADVERTISEMENT

Tak sampai di situ, penyidik juga memeriksa pegawai di Fakultas Kedokteran Universitas Riau hingga dua rekannya asal Maluku. Kedua saksi dari Maluku itu adalah seorang bidan dan dokter.

"Pemeriksaan saksi dilakukan pendalaman atau pemeriksaan terhadap temuan barang bukti. Selain itu juga akan memeriksa rekan sejawat korban di FK Unri, staf akademik dan staf bagian keuangan FK Unri, serta saksi lainnya yang diperlukan seperti dua orang rekan korban di Maluku. Ini ada satu orang bidan dan satu dokter yang sudah dihubungi secara langsung memberikan keterangan terkait informasi didapat," kata Kosmos.

Terbaru, HP korban juga ikut dibongkar tim penyidik. Isi chatting dibongkar untuk mencari petunjuk atas kematian dokter muda tersebut.

"Alat komunikasi korban, satu unit HP telah kita buka secara manual dengan bantuan istri korban dan disaksikan langsung oleh orang tua dan abang korban. Dibuatkan BAP dan ada beberapa items dan aplikasi yang tidak bisa dibuka sehingga dikirimkan ke Lafor untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kosmos.

Diketahui, korban ditemukan tewas oleh petugas keamanan setelah dilaporkan hilang oleh istrinya sejak Senin (13/7). Setelah pencarian, korban ditemukan tak bernyawa di semak belukar samping pagar RSUD Tengku Rafian.



(ras/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads