Korban Kecelakaan di Tasikmalaya Dihajar Massa karena Disangka Begal

Regional

Korban Kecelakaan di Tasikmalaya Dihajar Massa karena Disangka Begal

Deden Rahadian - detikSumut
Senin, 27 Jul 2026 14:09 WIB
Tangkapan layar video viral korban kecelakaan diamuk massa di Tasikmalaya
Tangkapan layar video viral korban kecelakaan diamuk massa di Tasikmalaya (Foto: Istimewa)
Tasikmalaya -

Aksi massa terjadi di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, setelah seorang pengemudi mobil pick up yang mengalami kecelakaan tunggal menjadi sasaran kemarahan warga. Peristiwa itu dipicu meningkatnya kewaspadaan masyarakat terhadap maraknya isu begal, ditambah sikap pengemudi yang dinilai tidak lazim setelah kendaraannya terperosok.

Dalam video yang beredar di media sosial, pengemudi terlihat berupaya menghentikan kendaraan yang melintas dengan maksud meminjam kendaraan. Namun, ketika sejumlah warga datang untuk memberikan pertolongan, ia justru melempari mereka menggunakan batu.

"Tah ieu mobilna, rek ditulungan kalah maledog. Tah ieu batuna (ini mobilnya, mau ditolong malah melempar. Ini batunya)," ujar seorang pria dalam rekaman tersebut sebagaimana video dilansir detikJabar pada Senin (27/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video lainnya memperlihatkan seorang pengemudi minibus yang mengaku sempat dihentikan oleh korban. Menurut pengakuannya, korban tidak meminta bantuan sebagaimana mestinya, melainkan berusaha mengambil alih kemudi mobil yang dikendarainya.

"Nyegat di dinya tadi ieu mobil cilaka, untung seueur jalmi di dieu, (mencegat di sana, ini mobil dia yang celakanya. Untung banyak orang di sini)," ungkap pria pengendara minibus saat memberikan keterangan kepada warga.

ADVERTISEMENT

Seorang saksi mata bernama Ujang menuturkan bahwa tingkah laku pengemudi memang tidak seperti biasanya. Ia menduga korban berada dalam pengaruh alkohol sehingga bertindak agresif dan membuat warga di sekitar merasa takut.

"Jadi memang dia ini kayaknya mabuk. Udah mah mobilnya celaka, malah ngamuk. Sempat buat warga juga ketakutan karena kayak kesurupan," kata Ujang.

Menanggapi video yang viral tersebut, Kapolsek Bojonggambir Iptu Agus Sukmana memastikan bahwa kejadian itu bukan merupakan aksi pembegalan, melainkan kecelakaan lalu lintas tunggal. Polisi juga menegaskan tidak ditemukan unsur tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam peristiwa tersebut.

"Bukan begal gak ada peristiwa pembegalan, sudah dipastikan karena anggota langsung turun tangan," tegas Iptu Agus.

Polisi mengungkap identitas pengemudi sebagai Cucu Yusuf, seorang wiraswasta yang berasal dari Kampung Sindangkasih, Desa Singasari, Kecamatan Taraju. Sebelum kecelakaan terjadi, mobil pick up yang dikendarainya melaju dari arah Bojonggambir menuju Culamega dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya terjun ke area perkebunan teh sedalam sekitar lima meter.

"Sebuah mobil pick up masuk ke kebun teh dan pengemudinya diduga mengalami kesurupan atau kayak mabuk," jelas Agus.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga Cucu mengonsumsi obat batuk dalam jumlah berlebihan sebelum mengemudi. Kondisi tersebut diduga menyebabkan ia kehilangan kendali atas dirinya maupun kendaraan yang dikemudikannya.

"Diduga karena meminum obat batuk dalam jumlah banyak, mobil yang dikendarai saudara Cucu terperosok ke kebun teh milik warga sekitar 5 meter dari bahu jalan," tambahnya.

Keributan sempat terjadi ketika warga berusaha menolong korban, tetapi mendapat respons agresif. Situasi akhirnya berhasil dikendalikan setelah tiga anggota kepolisian, yakni Aipda Ahmad, Aipda Angga Somantri, dan Bripka Rega Ramdani, bersama aparat desa tiba di lokasi dan menenangkan massa.

"Setelah pihak desa dan petugas kepolisian datang, kesalahpahaman bisa diselesaikan. Tidak ada unsur pembegalan seperti yang sempat dikhawatirkan warga," pungkas Agus.

Polisi memastikan insiden tersebut merupakan kecelakaan tunggal yang dipicu kondisi fisik pengemudi. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya sebelum menyebarkannya kepada orang lain.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan memastikan informasi terlebih dahulu sebelum menyebarkan kabar," tutup Agus.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads