Anggota DPR Doli Kecam soal Anak Dilecehkan ASN di Tanjungbalai

Anggota DPR Doli Kecam soal Anak Dilecehkan ASN di Tanjungbalai

Nizar Aldi - detikSumut
Kamis, 23 Jul 2026 18:31 WIB
Ahmad Doli Kurnia
Foto: Ahmad Doli Kurnia (Dwi Rahmawati/detik)
Medan -

Satu video yang memperlihatkan warga menggeruduk rumah seorang ASN guru perempuan karena dugaan kasus pelecehan seksual viral di media sosial. Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengecam perbuatan itu.

"Itu perbuatan biadab, tidak ada rasa kemanusiaan, suami istri harus dihukum seberat-beratnya," kata Ahmad Doli Kurnia Tandjung dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Politikus Golkar ini meminta agar kepolisian segera melakukan penahanan dan penyelidikan soal kasus ini. Pemerintah daerah juga diminta memberikan advokasi terhadap korban dan keluarganya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada dua hal yang perlu segera dilakukan. Pertama, saya minta kepada pihak kepolisian untuk segera menahan dan menyelidiki segera untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang terlibat dalam praktik kejahatan itu. Kedua, saya meminta kepada pihak Pemerintah Daerah, KPAID, dan instansi terkait lainnya untuk dapat segera mengadvokasi anak-anak dan keluarga korban untuk segera dievakuasi dan ditangani dengan baik," ucapnya.

Anggota DPR dari dapil Sumut III ini juga meminta ditelusuri kemungkinan adanya korban lain. Semua pihak diminta melapor jika mengetahui korban lainnya.

ADVERTISEMENT

"Juga perlu dicari informasi apakah ada korban-korban lain sebelumnya. Saya menduga perilaku itu pasti sudah berjalan cukup lama. Saya mengimbau kepada bapak dan ibu yang apabila mengetahui anak-anaknya pernah menjadi korban, tolong segera laporkan kepada pihak berwajib atau pihak sekolah," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, satu video yang memperlihatkan warga menggeruduk rumah seorang ASN guru perempuan viral di media sosial. Rumah guru tersebut digeruduk warga karena dugaan kasus pelecehan seksual.

Dilihat dari video yang beredar Kamis (23/7), ada puluhan warga yang menunggu di depan rumah ASN tersebut. Tak lama berselang ASN wanita yang memakai seragam bersama seorang pria yang disebut suaminya dibawa keluar rumah.

Warga yang menunggu terlihat meluapkan kekesalan mereka kepada pasangan suami istri tersebut dengan melayangkan beberapa pukulan. Mereka datang untuk mempertanyakan dugaan pencabulan terhadap seorang anak yatim piatu yang masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar (SD).

"Heboh di Tanjungbalai guru PNS diduga bawa murid laki-laki kepada suaminya untuk disodomi," tulis narasi video viral itu.

Kepala Lingkungan (Kepling) V Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Sadam Husein, membenarkan adanya penggerudukan yang terjadi pada Rabu (22/7) malam tersebut. Menurutnya, warga mendatangi rumah itu setelah beredar informasi mengenai dugaan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur.

"Benar, terjadi keramaian di sini terkait sepasang suami istri yang diduga melakukan asusila terhadap anak di bawah umur," kata Sadam saat dihubungi.

Sadam menjelaskan, kericuhan yang terjadi di lokasi diduga dipicu adu argumen antarmasyarakat hingga mengundang perhatian warga lain untuk berdatangan.

"Kalau kericuhan ini diduga akibat adanya adu argumen, sehingga masyarakat berdatangan. Kalau yang kami lihat, ini masyarakat sekitar yang datang ke sini," ujarnya.

la tidak mengetahui siapa yang mengkoordinasikan massa hingga mendatangi rumah tersebut. Menurutnya, banyaknya warga yang datang kemungkinan dipicu informasi yang telah lebih dulu viral di media sosial.

"Kami juga tidak mengerti kenapa bisa tiba-tiba masyarakat berbondong-bondong datang ke rumah itu. Tapi, menurut saya, mungkin karena informasinya sudah viral," katanya.

Untuk mengantisipasi terjadinya aksi kericuhan, pasangan suami istri yang diduga terlibat telah diamankan ke Polres Tanjungbalai.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Sempat Hambat Proses Penyelidikan Satgas PPK USU Ingin Terduga Pelaku Pelecehan Kooperatif"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads