Pria Asal Aceh Bawa 2 Kg Sabu Ditangkap di Jambi

Regional

Pria Asal Aceh Bawa 2 Kg Sabu Ditangkap di Jambi

Dimas Sanjaya - detikSumut
Selasa, 21 Jul 2026 20:45 WIB
Ilustrasi narkoba jenis sabu. (Ari/detikcom)
Foto: Ilustrasi narkoba jenis sabu. (Ari/detikcom)
Jambi -

Pria asal Aceh Timur, Aceh, inisial M (21) ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi usai diduga menyelundupkan sabu melalui Bandara Sultan Thaha. Pelaku sempat kabur usai kopernya diperiksa petugas keamanan bandara.

Kepala BNNP Jambi Brigjen Pol Asep Saepudin mengatakan pengungkapan tersebut berawal saat Tim Bidang Pemberantasan menerima informasi dari petugas Avsec Bandara Sultan Thaha Jambi, mengenai seorang calon penumpang tujuan Yogyakarta yang membawa koper mencurigakan, pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.

Saat koper berwarna hitam milik pelaku diperiksa pakai mesin X-Ray, petugas Avsec menemukan adanya indikasi barang mencurigakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat Tim Avsec mencurigai dan memeriksa isi koper tersebut, saat itu juga terduga pelaku langsung kabur melarikan diri," kata Asep, Senin (20/7/2026), melansir detikSumbagsel.

ADVERTISEMENT

Koper tersebut berisi dua bungkus besar narkotika jenis sabu, dengan berat kurang lebih mencapai 2 kg. Tak berhenti di situ, Tim BNNP lalu melakukan penyelidikan dengan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV), untuk menangkap pelaku.

Dari hasil penelusuran diketahui pelaku datang ke bandara memakai taksi online. Petugas lalu menemukan pengemudi taksi online tersebut dan meminta keterangan mengenai lokasi terakhir pelaku di Hotel Green Jambi.

"Tim BNNP menuju Hotel Green Jambi dan langsung melakukan penangkapan pelaku di kamar 301 hotel tersebut," ujar Asep.

Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan barang bukti berupa dua bungkus plastik klip besar berisi narkotika jenis sabu, satu koper besar berwarna hitam, serta satu unit telepon genggam Realme C61 berwarna hitam.

Saat ini pelaku telah diamankan di Kantor BNNP Jambi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga masih mendalami asal-usul sabu tersebut serta jaringan peredaran narkotika yang melibatkan pelaku.

"Kami masih melakukan pengembangan jaringan narkoba ini," pungkas Asep.



(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads