Regional

Guru Ngaji Cabuli 10 Anak di Masjid, Pelaku Ditangkap Polisi

Andhika Dwi - detikSumut
Minggu, 17 Mei 2026 23:00 WIB
Foto: Chuk Shatu Widarsha/ detikjatim
Kediri -

Guru ngaji inisial H di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ditangkap polisi. H ditangkap karena aksinya mencabuli anak di areal masjid.

Pelaku ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) melakukan penahanan terhadap pelaku pada Sabtu (16/5) malam.Proses penangkapan sempat diwarnai ketegangan setelah puluhan warga yang geram berkumpul dan berusaha menghadang mobil petugas untuk meluapkan emosi mereka kepada pelaku.

Kepala Dusun setempat, Desi Putri, menjelaskan aksi bejat pelaku terbongkar setelah salah satu korban bercerita di rumah, yang kemudian terdengar oleh orang tuanya. Dari obrolan tersebut, pihak orang tua mulai menanyai anak-anak lain di sekitar lingkungan hingga akhirnya muncul pengakuan serupa.

"Awalnya satu anak bercerita di rumah, kemudian setelah ditanya lebih lanjut ternyata ada anak-anak lain yang mengalami hal serupa. Sebenarnya kita sudah punya iktikad baik mengundang untuk duduk bersama lah ibaratnya gitu, tapi dari pihaknya tidak datang. Masalahnya kalau memang di dusun sudah tidak bisa, langsung diangkat saja," kata Desi Putri dikutip detikJatim, Minggu (17/5/2026).

Modus yang dilancarkan pelaku tergolong memanfaatkan kepolosan para murid mengajinya, salah satunya terjadi saat momen libur Lebaran. Ketika anak-anak sedang beristirahat di area masjid, pelaku memanggil mereka secara bergantian untuk masuk ke dalam sebuah gudang di bagian belakang.

Di lokasi terisolasi itulah pelaku memaksa korban untuk melihat tindakan asusila yang dilakukannya, kemudian memberikan uang tutup mulut sebesar Rp 50.000.

Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat, Murjito, laporan awal awalnya hanya melibatkan empat anak, namun jumlahnya terus bertambah seiring terbukanya kasus ini.

"Pertama empat anak yang melapor. Setelah itu bertambah lagi sampai sekitar 10 anak. Korbannya rata-rata masih anak-anak, paling besar masih SMP kelas 1," jelas Murjito.

Sebelum kasus ini resmi bergulir ke ranah hukum, pelaku diketahui selalu mengelak dan membantah seluruh tuduhan secara halus saat dikonfirmasi oleh perangkat lingkungan maupun orang tua korban. Sikap pelaku sempat membuat warga tidak menyangka, karena dalam kehidupan sehari-hari ia dikenal sebagai sosok tokoh agama yang santun.

"Saya datang, dia menyatakan, 'Ah, itu nggak mungkin.' Warga tidak menyangka sama sekali karena sehari-hari dikenal baik dan halus kepada tetangga," tambah Murjito.



Simak Video "Menggali Momen Berharga dengan Berfoto di Taman Dewi Cemara, Kediri"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork