Motif Pria Bunuh Remaja di Labusel: Tak Terima Anak Perempuan Di-chat Korban

Motif Pria Bunuh Remaja di Labusel: Tak Terima Anak Perempuan Di-chat Korban

Mhd Ilham Pradila - detikSumut
Jumat, 15 Mei 2026 16:28 WIB
TKP penikaman yang tewaskan seorang remaja di Labusel. (dok. Polsek Torgamba)
Foto: TKP penikaman yang tewaskan seorang remaja di Labusel. (dok. Polsek Torgamba)
Labusel -

Polisi mengungkap motif pembunuhan yang dilakukan seorang ayah dan anak terhadap remaja 17 tahun di Dusun Kandang Motor, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Kapolsek Torgamba, AKP Sunipan Gurusinga, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para tersangka tidak terima anak perempuan salah satu pelaku yang masih duduk di kelas VI SD diduga dihubungi korban lewat WhatsApp.

"Karena korban mengirim pesan melalui WhatsApp kepada anak perempuan tersangka yang masih duduk di kelas VI SD," ujarnya kepada detikSumut, Jumat (15/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah itu, salah satu tersangka, Suprastio (18), diduga sempat melempar batu saat melintas di depan rumah korban. Ia kemudian mendatangi korban bersama ayahnya, Suprayetno (36), untuk menanyakan maksud pesan tersebut.

"Tersangka menanyakan maksud korban mengirim pesan kepada anaknya," katanya.

ADVERTISEMENT

Namun, korban membantah telah mengirim pesan kepada anak perempuan tersangka.

Perdebatan pun terjadi dan berujung pada perkelahian antara Suprastio dan korban. Karena Suprastio kalah dalam perkelahian tersebut, ayahnya, Suprayetno, ikut membantu dengan membawa pisau.

"Suprayetno datang membantu dengan membawa pisau dan langsung menikam bagian punggung korban sehingga korban terjatuh dan meninggal dunia," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, remaja bernama Wahyudi Kurniawan (17) tewas usai ditikam di Dusun Kandang Motor, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Pelaku penikaman diduga ayah dan anak, yakni Suprayetno (36) dan Suprastio (18).

Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga mengatakan, peristiwa terjadi pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Bermula saat korban bersama rekannya, Aldo Aima Panggabean, melintas menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam tanpa pelat nomor sekitar pukul 17.00 WIB.

"Ketika melintas di depan rumah pelaku, korban dan rekannya dilempar batu oleh Suprastio. Namun lemparan itu tidak mengenai korban," kata Sunipan kepada detikSumut, Jumat (15/5/2026).

Setelah itu, Suprastio sempat memanggil korban dan rekannya agar berhenti. Namun keduanya tidak menghiraukan dan tetap melanjutkan perjalanan.

Korban bersama Aldo kemudian menuju rumah rekannya Muhammad Ridwan alias Glembo di Dusun Kandang Motor. Setibanya di sana, mereka membangunkan Ridwan yang sedang tidur untuk diajak jalan-jalan menggunakan sepeda motor.

Sekitar 30 menit kemudian, saat ketiganya sedang berbincang di depan rumah Ridwan, Suprastio datang bersama ayahnya, Suprayetno, menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX warna hitam.

Tak lama berselang, Suprastio terlibat cekcok dan berujung perkelahian dengan korban. Dalam perkelahian tersebut Suprastio kalah dan Ridwan sempat mencoba melerai pertikaian tersebut. Secara tiba-tiba ayahnya membatu dengan menggunakan senjata tajam dengan cara menusuk korban.

"Karena diduga tidak mampu melawan korban, ayah pelaku datang membantu sambil membawa pisau dan langsung menikam korban di bagian punggung kiri belakang," ujarnya.

Akibat tikaman itu, Wahyudi langsung terjatuh ke tanah dan mengalami pendarahan hebat. Setelah korban tersungkur, kedua pelaku melarikan diri meninggalkan lokasi.

"Korban jatuh bersimbah darah, kedua pelaku kabur," ucapnya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian menghubungi Polsek Torgamba. Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.

Petugas sempat melakukan pengejaran ke rumah pelaku. Namun, keduanya tidak berada di tempat. Polisi lalu meminta pihak keluarga agar pelaku menyerahkan diri.

"Sekitar pukul 18.45 WIB, kedua pelaku akhirnya menyerahkan diri," pungkas Sunipan.

Dari hasil olah TKP, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk benda tajam di bagian punggung kiri belakang.

Saat ini kedua pelaku telah diamankan di Polsek Torgamba untuk proses hukum lebih lanjut.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads