Peristiwa sejumlah orang terkapar di salah satu tempat hiburan malam (THM) Helen's Night Market di Jalan Setia Budi Medan, Sumatera Utara (Sumut), viral di media sosial. Begini hasil penyelidikan sementara pihak kepolisian terkait kejadian tersebut.
Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan Kompol Rafli Yusuf Nugraha mengatakan bahwa pihaknya telah turun ke lokasi untuk mendalami kejadian itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, peristiwa itu terjadi pada 1 April 2026.
"Kita langsung mengecek hari itu juga saat viral. Kita langsung ambil CCTV, CCTV dinyatakan itu kejadian betul berada di outdoor Helen's, itu seperti gambar ataupun video yang beredar bahwasanya beberapa anak muda tergeletak," kata Rafli saat diwawancarai detikSumut, Selasa (14/4/2026).
Rafli menyebut pihaknya mengecek seluruh ruangan yang berada di THM tersebut bersama dengan Bea Cukai. Selain itu, pihak kepolisian juga memeriksa pihak manajemen.
Hasilnya, tidak ditemukan adanya indikasi pemakaian narkoba atau minuman beralkohol ilegal di THM tersebut.
"Kita lakukan pengecekan di seluruh ruang bersama Bea Cukai. Untuk hal yang ditemukan terkait narkoba, tidak ada. Lalu, untuk minuman-minuman keras, Bea Cukai sudah menyatakan sementara masih kategori tersertifikasi, cukainya pun ada. Penyidik juga langsung memeriksa semua manajemen, sampai hari ini pun masih kita periksa, yang sudah mulai kasir, manajer, pasti akan kita cek juga sekuriti dan pemilik pengendali gudang minuman, kita akan cek semua," jelasnya.
"Apabila ada ditemukan tadi hal yang mencurigakan, kami koordinasi tentunya dengan pihak pariwisata, pihak perizinan maupun Bea Cukai, kita pastikan akan ditindak dengan tegas," sambung Rafli.
Perwira menengah Polri itu mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, orang-orang yang tergeletak seperti halnya dalam video viral itu, diduga dalam kondisi mabuk dan tengah beristirahat di tempat tersebut. Hal itu juga atas saran dari pihak manajemen THM untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, jika para pengunjung tersebut keluar dalam kondisi mabuk.
"Ya, untuk sementara dari pihak manajemen pun hasil pemeriksaan seperti itu (dalam kondisi mabuk terus istirahat di situ). Sebelum pulang karena sudah tutup, istirahat di situ, karena mabuk pengaruh minuman, dari manajemen yang menyarankan, takut ada hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.
Selain itu, kata Rafli, pada saat kejadian tersebut, pengunjung yang datang ke THM itu juga membludak. Sementara kapasitas THM hanya sekitar 300 orang. Sejauh ini, pihaknya tidak menemukan adanya anak di bawah umur yang datang ke lokasi itu.
Simak Video "Mengunjungi Keindahan Mata Air Bah Tio, Sumatera Utara "
(fnr/mjy)