Polisi Italia menggerebek sebuah rumah yang diduga berkaitan dengan seorang gembong narkoba. Dalam operasi tersebut, aparat menemukan uang tunai senilai 3 juta euro atau sekitar Rp 60 miliar yang disembunyikan di balik dinding rumah.
Dilansir detikNews dari AFP, Rabu (23/9/2026), Jaksa Napoli Nicola Gratteri mengungkapkan bahwa selain uang tunai, polisi juga menyita senapan Kalashnikov, sejumlah senjata lainnya, serta 11 unit jam tangan Rolex.
Temuan itu merupakan hasil dari penyelidikan yang telah berlangsung sejak 2023. Pengusutan tersebut kemudian mengarah pada penangkapan 34 orang pada Senin (21/9). Mereka diduga terlibat dalam organisasi kriminal bersenjata dan menggunakan metode mafia untuk menjalankan perdagangan narkotika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uang dan senjata ditemukan di sebuah properti yang berada di Caivano, kawasan pinggiran timur laut Napoli, Italia selatan. Wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu area aktivitas kelompok mafia Camorra.
Informasi mengenai lokasi penyimpanan uang diperoleh dari seorang tersangka yang ditangkap pada Juli 2025. Setelah itu, tersangka tersebut menjadi saksi negara dan memberikan informasi kepada polisi. Dua hari setelah mendapatkan informasi tersebut, aparat langsung melakukan penggerebekan terhadap rumah yang dimaksud.
"Kami tahu uang itu ada di sana, tetapi kami tidak tahu di mana letaknya, jadi kami membongkar rumah tersebut. Banyak bundel uang tunai disimpan di ruang-ruang tersembunyi yang dibuat di dalam dinding," kata Gratteri.
"Sebagian lainnya disembunyikan di bawah lantai dan di bawah baki pancuran," ujarnya.
Sebelumnya, penyidik telah memusatkan pengawasan terhadap salah satu kawasan di Caivano yang dikenal sebagai lokasi perdagangan narkoba dalam jumlah besar, terutama kokain.
Situs berita lokal Anteprime24 melaporkan, informan tersebut memberi tahu polisi bahwa uang tersebut berada di bawah pengawasan istri sang gembong narkoba. Bahkan, anak-anaknya yang masih di bawah umur disebut ikut terlibat dalam kelompok yang bertugas menjaga uang tersebut selama 24 jam.
Laporan itu juga menyebut lokasi penyimpanan uang dilengkapi dengan sistem keamanan elektronik.
Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap sebelum penggerebekan, polisi meningkatkan aktivitas penyadapan. Gratteri menduga uang tunai yang ditemukan berasal dari hasil penjualan narkoba. Sebagian hasil tersebut diduga kembali digunakan untuk membeli pasokan narkotika.
Camorra yang berbasis di wilayah Napoli merupakan salah satu dari tiga kelompok kejahatan terorganisasi terbesar di Italia. Dua kelompok lainnya adalah Cosa Nostra yang bermarkas di Sisilia dan 'Ndrangheta yang berasal dari Calabria.
Gratteri menyebut penyadapan memiliki peran penting dalam mengungkap jaringan tersebut. Ia juga melontarkan kritik terhadap pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni terkait perubahan aturan penyadapan dan penerapan pembatasan baru, termasuk pembatasan penggunaan hasil penyadapan untuk penyelidikan perkara lainnya.
"Penyadapan sangat penting. Kita perlu berinvestasi dalam cara-cara baru untuk melakukan penyadapan dan mengalokasikan dana untuk itu," kata Gratteri.
Caivano sebelumnya menjadi perhatian publik pada 2023 setelah kasus pemerkosaan beramai-ramai terhadap dua sepupu perempuan berusia 10 dan 11 tahun terungkap. Pelakunya disebut merupakan sejumlah pemuda di wilayah tersebut.
Setelah kasus itu mencuat, Meloni memerintahkan operasi penertiban di Caivano. Pemerintah juga menggelontorkan anggaran untuk menghidupkan kembali pusat olahraga yang terbengkalai, menambah pekerja sosial, serta membuka kantor polisi.
Namun, menurut Gratteri, langkah tersebut belum menghentikan aktivitas perdagangan narkoba di Caivano.
"Tetapi jelas perdagangan narkoba tidak berhenti, hanya berpindah ke wilayah lain," katanya.
"Apa yang telah dilakukan di Caivano perlu dilakukan secara sistematis di seluruh wilayah." ujarnya.
