Personel Kodam I/BB Serka Holmes mengaku khilaf hingga menampar dan menendang mantan prajurit TNI, Andreas Sianipar (44) yang tewas dibunuh Holmes dan suruhannya. Hal tersebut terungkap saat rekonstruksi.
Peristiwa itu terjadi di kandang lembu yang berada di areal Asrama TNI Abdul Hamid, Jalan Medan-Binjai KM 11, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.
Penyidik Polrestabes Medan yang membacakan alur rekonstruksi itu menyebut bahwa Holmes dan sejumlah tersangka lainnya sempat pergi ke arah Kota Binjai untuk mencari mobil Avanza Veloz yang dipinjam korban. Hal itu terjadi usai mereka membawa paksa korban ke asrama TNI itu.
Holmes mengaku bahwa mobil tersebut telah digadaikan korban ke tempat judi tembak ikan.
"Ini mobilnya digadaikan di judi ikan-ikan," kata Holmes saat rekonstruksi di Polrestabes Medan, Senin (24/3/2025).
Holmes mengatakan bahwa pihak tempat penggadaian itu meminta agar korban dibawa, sehingga mobil tersebut bisa ditebus. Namun, kata Holmes, Andreas bersikeras tidak ada menggadaikan mobil tersebut. Merasa kesal, Holmes menampar dan menendang korban.
"Dari Binjai kami, tempat penggadaian suruh membawa yang menggadaikan. Kami datang untuk membawa Andreas Sianipar untuk menebus mobil, tapi dia (korban) tidak mengaku, saya silap saya bawa ke kandang lembu, saya tanyakan kenapa nggak mengaku, uang Rp 20 juta itu uangku duluan, nanti dicicil, dia (korban) tetap ngotot. Saya silap saya tampar saya tendang dia, karena mobil digadaikannya ke judi ikan-ikan," ujarnya.
Dalam rekonstruksi dijelaskan bahwa Holmes sempat menodongkan kelewang ke arah perut korban. Saat itu, korban pun memegang senjata tajam tersebut. Pada saat yang bersamaan, Holmes menarik sajam itu hingga membuat korban kenhalamu luka robek di tangannya.
Di kandang lembu tersebut, Holmes juga meminta pelaku M Fatta Indra Aji Harahap untuk memborgol korban. Selain itu, para tersangka lainnya memukul korban berulang kali menggunakan tangan, kaki, selang dan kayu broti secara bergantian.
Bahkan, pelaku Fatta juga membacok korban di bagian kepala.
Dalam kasus ini, Serka Holmes Sitompul juga sempat tiga kali mengelabui pihak kepolisian soal lokasi pembuangan jasad Andreas Sianipar. Pada akhirnya jasad korban ditemukan di dekat rumah orang tua Serka Holmes di Labuhanbatu Utara (Labura).
Pada adegan pembuangan jasad Andreas ke Desa Aek Tapa, Kecamatan Marbau, Labura, Holmes membantah bahwa dirinya ikut membuang jasad korban ke lokasi.
Baca selengkapnya di halaman berikut...
Simak Video "Video: WN Australia Bunuh 2 Anak lalu Gantung Diri di Bali Alami Gangguan Kecemasan"
(afb/afb)