Harga Ayam di Kandang Turun, Hanya Rp 22 Ribu per Kg

Harga Ayam di Kandang Turun, Hanya Rp 22 Ribu per Kg

Aulia Damayanti - detikSumut
Minggu, 04 Okt 2026 11:30 WIB
Pekerja memilah ayam broiler yang siap panen di kandang ayam, Desa Pasuruhan Kidul, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026). Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Satgas Pangan Polri mengawal perbaikan harga ayam hidup di tingkat peternak sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan keberlanjutan peternak broiler lewat penerapan target harga minimal Rp19.500 per kilogram berat hidup paling lambat 15 Juli 2026. ANTARA FOTO/Nirza/agr/bar
Foto: ANTARA FOTO/Nirza
Jakarta -

Meskipun harga daging ayam di pasaran naik, tapi tidak dengan ayam di kendang. Harga ayam di kandang saat ini hanya berkisar Rp 21 ribu - Rp 22 ribu per kilogram.

Sementara harga pokok produksi (HPP) ayam broiler saat ini sudah berada di kisaran Rp 23.000-Rp 23.500/kg. Artinya, harga jual di tingkat kandang berada di bawah biaya produksi.

Peternak dari Permindo Asep Saepudin mengatakan kondisi ini membuat peternak semakin terjepit. Kenaikan biaya produksi ini telah terjadi sejak awal 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisinya sekarang harga pakan rata-rata sudah di atas Rp 9.400/kg untuk starter umur 7-21 hari. Normalnya sekitar Rp 8.000-8.500/kg. Harga live bird sudah turun per hari ini Rp 21.000-22.000/kg di kandang ya. HPP kami sudah Rp 23.000/kg. Pusing kami," kata Asep dikutip detikFinance, Minggu (3/10/2026).

Kenaikan harga pakan juga tidak lepas dari kondisi pasokan bahan baku, khususnya jagung. Berdasarkan informasi yang diterima peternak, harga jagung saat ini sudah di atas Rp 7.800/kg, bahkan banyak yang berada di atas Rp 8.000/kg.

ADVERTISEMENT

Selain pakan, peternak juga masih harus menanggung biaya pembelian day old chick (DOC) atau anak ayam umur sehari yang juga mengalami kenaikan. Saat ini harga DOC berada di kisaran Rp 7.500-8.500/ekor, naik dari sebelumnya Rp 6.000/ekornya.

Asep mengatakan kondisi penyerapan ayam sebenarnya masih relatif stabil. Namun, stok ayam yang berlebih di sejumlah wilayah membuat pembeli memiliki banyak pilihan.

"Penyerapan masih stabil, tetapi stok sedang berlebih sehingga hampir di semua wilayah banyak pilihan. Kondisi ini dimanfaatkan pembeli untuk menekan harga," ujarnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Permindo menyampaikan sejumlah permintaan kepada pemerintah. Salah satunya adalah menekan harga bahan baku pakan agar harga pakan jadi dapat kembali ke kisaran Rp 7.000-8.000/kg seperti pada 2025.

Peternak juga meminta harga DOC ditetapkan di kisaran Rp 5.500-6.000/ekor. Selain itu, Asep meminta pemerintah menaikkan Harga Acuan Penjualan (HAP) ayam hidup menjadi Rp 27.000/kg dengan mempertimbangkan tingginya biaya pakan dan DOC.



(astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads