Round Up

6 Kejanggalan Kematian Bripka AS Versi Keluarga

Finta Rahyuni - detikSumut
Rabu, 22 Mar 2023 09:06 WIB
Kuasa Hukum Istri Bripka AS saat menunjukkan bukti pemesanan paket sianida. (Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Keluarga menduga ada kejanggalan dari tewasnya Bripka AS, oknum Satlantas Polres Samosir yang terlibat penggelapan pajak Rp 2,5 miliar. Ini enam kejanggalan yang disampaikan oleh pihak keluarga.

Bripka AS sendiri diduga melakukan bunuh diri. Jasadnya ditemukan tergeletak di di Kelurahan Siogung Ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Senin (6/2/2023).

Menurut keterangan polisi, AS mengakhiri hidupnya dengan meminum racun sianida. Racun itu juga ditemukan di lokasi penemuan jasad Bripka AS.

Namun, keluarga Bripka AS menduga ada kejanggalan dari kematian AS. Kejanggalan itu pun telah dilaporkan istri Bripka AS ke Polda Sumut pada Jumat (17/3) lalu.

Berikut sejumlah kejanggalan yang ditemukan keluarga soal kematian Bripka AS:

1. Jasad Bripka AS Ditemukan Polisi yang Lakukan Penyelidikan Kasus Narkoba

Kuasa Hukum Istri Bripka AS, Fridolin Siahaan mengatakan sebelum ditemukan tewas, AS telah pergi dari rumahnya sejak Jumat (3/2). Bripka AS diduga nekat mengakhiri hidupnya di hari yang sama.

Namun, menurutnya, lokasi bunuh diri Bripka AS tersebut merupakan tempat yang ramai. Oleh karena itu, dia merasa heran jika tak ada satu pun warga yang melihat jasad AS di lokasi itu sejak AS bunuh diri hingga akhirnya ditemukan tewas.

"TKP itu kan ruang terbuka, selama 2-4 hari tidak ada menemukan atau melihat sepeda motor maupun jenazah Bripka AS. Sabtu Minggu itu tempat orang foto-foto, tempatnya penatapan gitu," ujarnya saat dikonfirmasi detikSumut, Minggu (19/3).

Menurut informasi yang diterimanya, jasad Bripka AS itu ditemukan personel dari Satnarkoba Polres Samosir yang tengah menyelidiki peredaran narkoba di lokasi tersebut. Saat itu, mereka tak sengaja menemukan jasad Bripka AS telah tergeletak di dekat perbatuan di daerah itu.

"Herannya, kok yang nemuin (jasad Bripka AS) itu polisi yang lagi menyelidik narkoba di situ," sebutnya.

2. Nekat Bunuh Diri Padahal Setengah Kerugian Pajak Telah Dibayar

Keluarga Bripka AS juga mengaku heran jika AS memutuskan untuk mengakhiri hidupnya setelah kasus penggelapan uang itu terungkap. Padahal, menurut Fridolin, AS telah berupaya untuk membayarkan uang kerugian dari penggelapan pajak itu sekitar Rp 750 juta.

Total uang itu lebih dari setengah uang kerugian yang harus dibayarkan oleh Bripka AS, yakni sebesar Rp 1,3 miliar, sedangkan sisanya dibebankan kepada pelaku lainnya.

"Versi polisi itu Rp 1,3 miliar dia pribadi, tapi persepsi keluarga itu Rp 800 juta hingga Rp 900 juta. Dari hasil yang dia gelapkan itu sudah dikembalikan sekitar Rp 750 juta. Dia sampai jual rumah dan minjam ke bank. Terus kenapa dia (AS) ada upaya untuk bayar, tapi terus dia bunuh diri? Kan aneh," ujarnya.

Bripka AS disebut pesan sianida saat HP disita Kapolres. Kok bisa? Baca selengkapnya di halaman selanjutnya...



Simak Video "Video: Cha Eun Woo Dilaporkan Ubah Alamat One Man Agency Ketika Petugas Lakukan Inspeksi"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork