Dikeroyok Senior, Mahasiswa UIN Raden Fatah Lapor Polisi

Sumatera Selatan

Dikeroyok Senior, Mahasiswa UIN Raden Fatah Lapor Polisi

Prima Syahbana - detikSumut
Selasa, 04 Okt 2022 21:28 WIB
Gedung baru Polda Sumsel yang dibangun pakai dana hibah Pemprov Sumsel Rp 166 miliar. (Foto. Prima Syahbana)
Gedung baru Polda Sumsel (Prima Syahbana/detikSumut)
Palembang -

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, ALP (19) membuat laporan ke Polda Sumatera Selatan. ALP melapor karena dikeroyok seniornya di kampus.

Laporan terkait tindak pidana pengeroyokan sebagaimana Pasal 170 KUHP itu telah diterima di SPKT Polda Sumsel dengan Nomor: STTLP/608/X/2022/SPKT/PoldaSumsel.

"Iya benar laporan sudah hari ini. Laporan terkait pengeroyokan Pasal 170 KUHP," kata Kasubbid Penmas Humas Polda Sumsel, AKBP Erlangga kepada detikSumut, Selasa (4/10/2022).


Dalam laporan Polisi yang ditandatangani Kepala Siaga III SPKT Polda Sumsel, AKP Kusyanto itu disebutkan bahwa kejadian pengeroyokan yang dialami ALP terjadi pada Jumat (30/9) lalu sekitar pukul 13.30 WIB.

"Informasi dari laporan itu kejadiannya terjadi pada Jumat kemarin sekitar Pukul 13.30 WIB," kata Erlangga.

Kejadian yang diduga membuat sejumlah tubuh Arya mengalami lebam itu disebut terjadi di Bumi Perkemahan Gandus, seperti yang diberitakan sebelumnya.

Dalam hal ini, kepada polisi Arya melaporkan lima orang terduga pelaku yang telah melakukan penganiayaan terhadapnya dengan cara disulut api rokok, ditelanjangi hingga diancam.

"Ada lima orang yang dilaporkan oleh pelapor tersebut. Kejadian itu terjadi di Bumi Perkemahan Gandus," terang Erlangga.

Beredar kabar perdamaian yang terjadi di Polsek Gandus beberapa lalu karena Arya dalam posisi tertekan. Sehingga pada hari ini Arya membulatkan tekad melaporkan kelima mahasiswa UIN tersebut.

Di mana sebelumnya, Polsek Gandus sempat turun tangan untuk menangani kasus ini. Kapolsek Gandus, AKP WD Bernard enggan berkomentar banyak terkait kejadian itu. Dia memastikan bahwa pelaku dan korban sudah berdamai.

"Sudah damai kedua belah pihak," kata Bernard saat dikonfirmasi detikSumut, Senin (3/10/2022).

Menurut Bernard, perdamaian antara korban dan pelaku berlangsung dengan didampingi orang tua mereka. "(Sudah damai) didampingi orang tua," tutup dia.

Ketua UKMK Litbang UIN Raden Fatah, Okta Reza sampai saat ini belum memberi keterangan terkait peristiwa itu. Begitu juga pihak kampus. Sementara, Tim Investigasi UIN yang dipimpin Kun Budianto saat ini masih menyelidiki kejadian tersebut.



Simak Video "2 Abang Jago yang Pecahkan Kaca Truk di Palembang Ditangkap!"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)