Sumatera Selatan

BNN Tangkap 2 Kurir Sabu 5 Kg Sabu dalam Kotak Pempek di Sumsel

Prima Syahbana - detikSumut
Selasa, 04 Okt 2022 15:32 WIB
BNN Sumsel memperlihatkan sabu yang terbungkus dalam kotak pempek.
BNN Sumsel memperlihatkan sabu yang terbungkus dalam kotak pempek. (Foto: Prima Syahbana/detikSumut)
Palembang -

BNN Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap dua pengedar sabu di Musi Banyuasin. Dari tangan mereka, petugas menyita sabu sebanyak 5 kg yang dibungkus dalam kotak pempek.

"Sabu sebanyak 5 kilogram itu ditemukan di dalam kotak kecil yang bertuliskan PempekAsli Cek Ida," kata Kepala BNN Sumsel Brigjen Djoko Prihadi di Palembang, Selasa (4/10/2022).

Pengungkapan tersebut, katanya, berawal ketika BNN Sumsel melakukan razia di kawasan Desa Bailangu, Musi Banyuasin, pada Minggu (2/10) lalu. Saat pemeriksaan berlangsung, polisi mendapati pelaku bernama Hamdi yang gerak-geriknya mencurigakan tengah mengendarai sepeda motor matik.


"Saat dilakukan pemeriksaan, sabu tersebut didapat disembunyikan pelaku di motornya," katanya.

Kemudian pelaku Hamdi dan barang bukti diamankan dan diperiksa lebih lanjut. Tim kemudian melakukan pengembangan untuk mengetahui kemana sabu itu hendak diantarkan pelaku.

"Dari tangkapan itulah, kita melakukan pengembangan. Dimana dari hasil keterangan pelaku bahwa barang itu dari Palembang untuk di antarkan ke penginapan Doa Ibu di Jalan Lingkar Randik 20 Kayuara, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin," kata Kabid Berantas BNN Sumsel Kombes Agus Sudarno.

Selanjutnya, kata Agus, dari informasi tersebut pihaknya langsung bergerak melakukan penangkapan terhadap seseorang pria di penginapan.

"Di sana, kita menangkap pelaku lain atas nama Aan Irawan Alias Yan. Pelaku kemudian dibawa ke kantor BNNP Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan," ungkapnya.

Kedua pelaku, lanjutnya, ditangkap bermula dari laporan masyarakat yang melapor. Mereka, merupakan sindikat peredaran sabu Palembang - Pekanbaru - Batam.

"Dari laporan itulah kita melakukan Razia di di sama, dan berhasil mengamankan dua pelaku di tempat berbeda. Untuk barangnya sendiri dari luar Indonesia yakni diduga berasal dari Malaysia. Kita pastikan akan melakukan pengungkapan terhadap jaringan atasnya, terhadap pengendali dan pemilik barang," jelasnya.

Hamdi ketika dimintai tanggapan menyebut bahwa dirinya sudah dua kali menjadi kurir mengirimkan barang haram tersebut. Dia mengaku mendapat upah Rp 1 juta untuk sekali antar.

"Baru dua kali sama ini. Satu paket saya mendapatkan upah Rp 1 juta," kata Hamdi.



Simak Video "Demi Rp 10 Juta, Kepala Dusun di Sulsel Nekat Jadi Kurir Sabu"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)