Mahasiswa Palembang Disulut Api Rokok-Ditelanjangi Senior, Begini Kata Polisi

Sumatera Selatan

Mahasiswa Palembang Disulut Api Rokok-Ditelanjangi Senior, Begini Kata Polisi

Prima Syahbana - detikSumut
Senin, 03 Okt 2022 12:50 WIB
Poster
Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Edi Wahyono)
Palembang -

Seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dianaiya senior saat ikut pelatihan atau pendidikan dasar (diksar). Polisi pun sempat turun tangan untuk menangani kasus ini.

Kapolsek Gandus, AKP WD Bernard enggan berkomentar banyak terkait kejadian itu. Dia memastikan bahwa pelaku dan korban sudah berdamai.

"Sudah damai kedua belah pihak," kata Bernard saat dikonfirmasi detikSumut, Senin (3/10/2022).


Menurut Bernard, perdamaian antara korban dan pelaku berlangsung dengan didampingi orang tua mereka. .

"(Sudah damai) didampingi orang tua," tutup dia.

Ketua UKMK Litbang UIN Raden Fatah, Okta Reza sampai saat ini belum memberi keterangan terkait peristiwa itu. Begitu juga pihak kampus. Mereka sampai kini belum merespons panggilan telepon dan pesan yang dikirim kepada mereka.

Sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, berinisial ALP diduga menjadi korban tindak kekerasan oleh seniornya saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar). Dia disebut disulut api rokok dan ditelanjangi saat mengikuti Diksar Unit Kegiatan Mahasiswa khusus (UKMK) Penelitian dan Pengembangan (Litbang) di Bumi Perkemahan Gandus Palembang.

Informasi dihimpun, peristiwa penganiayaan dan pengancaman itu terbongkar setelah rekan korban bersama orang tuanya dan polisi, menjemput ALP di lokasi kejadian pada Sabtu (1/9) lalu. Adapun acara diksar itu digelar sejak 29 September hingga 2 Oktober 2022.

Ibu korban, Maimunah membenarkan peristiwa yang dialami putranya itu. Korban yang usai dijemput langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Iya (benar). Saya orang tuanya. Anak saya itu cowok ya," kata Maimunah saat dihubungi detikSumut, Senin (3/10/2022).

Dugaan penganiayaan itu berawal saat korban berkomentar ketika diminta uang senilai Rp 300 ribu dan bawa makanan sendiri selama acara diksar yang rencananya akan digelar di Bangka. Namun, pada kenyataannya diksar tersebut digelar di Bumi Perkemahan Gandus.

Karena tak terima dengan cuitan korban, sejumlah oknum panitia di sana menghampiri korban dan memeriksa ponsel korban. Selanjutnya, korban dianiaya, disulut rokok dan ditelanjangi oleh mereka. Bahkan, korban juga diancam agar tidak melapor kejadian tersebut ke polisi.

Saat ini, ALP sudah di rumah untuk menjalani masa pemulihan. "Sekarang sudah di rumah, sudah agak mendingan," singkatnya.



Simak Video "Anggota DPRD Palembang Bermobil Bintang 3 Aniaya Wanita di SPBU"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)