Pensiunan TNI Diduga Pukul Pria di Medan Helvetia Masih Diburu

Goklas Wisely - detikSumut
Selasa, 17 Mei 2022 11:09 WIB
PS Kasat Reskrim Polrestabes Medna Kompol Teuku Fathir Mustafa
Foto: PS Kasat Reskrim Polrestabes Medna Kompol Teuku Fathir Mustafa (Goklas/detikSumut)
Medan -

Polisi menangkap salah salah satu pelaku penganiayaan terhadap Edward Maruli Tua Hutapea di warung tuak, Jalan Pembangunan, Gang Sejahtera, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan. Pelaku yang ditangkap yakni NH, pemilik warung tuak. Sedangkan pelaku lainnya termasuk pensiunan TNI masih diburu.

PS Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa mengatakan berdasarkan keterangan NH, Edward sering membuat ribut saat datang ke warung tuak miliknya.

"Jadi kejadiannya pada (10/5). Awalnya sekitar pukul 20.00 WIB Edward datang ke kedai tuak milik NH. Kalau dari keterangan NH, memang Edward beberapa kali ke tempatnya dan saat mabuk suka ribut. Semisal mengejek dan mengganggu orang lain," ujar Fathir di Medan, Selasa (17/5/2022).


Malam pada saat peristiwa perkelahian berlangsung, kata dia, Edward atau korban kembali ribut di warung tuak milik NH.

"NH tersulut emosi dan memukul Edwar memakai kursi. Kemudian ada pelaku lain OJ menendang perut Edward yang sudah terjatuh sebanyak dua kali," sambung Fathir.

"NH saat ini sudah ditahan, sedangkan pelaku lain masih proses pengejaran," sambungnya.

Ada pun di dalam kasus pemukulan Edward sempat dikabarkan Keterlibatan oknum TNI. Namun, Fathir menyebutkan sampai saat ini belum ada keterangan yang menjurus ke sana.

Terkait keterlibatan oknum TNI dalam peristiwa itu dibantah oleh Kodam I/BB. Kapendam Kodam I/BB Kolonel Inf Donald Erickson Silitonga menjelaskan pada peristiwa itu tidak ada TNI aktif yang ikut terlibat.

"Untuk terkait peristiwa pemukulan pria di warung tuak tidak ada dari TNI aktif. Tapi itu pensiunan dengan sipil," katanya Minggu (15/5/2022).

Dijelaskan Donald peristiwa penganiayaan itu diduga dilakukan oleh empat orang dan satu diantaranya pensiunan TNI.

"Berdasarkan bukti lapor ke Polrestabes Medan, pelaku ada empat orang. tiga orang sipil (inisial NH, PB, dan PB) dan salah satunya pensiun Zidam I/BB inisial YH," tambahnya.

Ia pun menjelaskan pihaknya tidak akan memberikan sanksi terhadap pensiunan bila kejadian tersebut benar terjadi. Sebab, bila sudah pensiunan maka serupa sipil.

"Kalau sudah pensiun berarti sudah sipil," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, video diduga oknum TNI bersama warga sipil memukuli seorang pria viral di media sosial. Kejadiannya terjadi di warung tuak, Jalan Pembangunan, Gang Sejahtera, Kecamatan Medan Helvetia.

Video viral tersebut berdurasi 25 detik. Terlihat ada warga mengangkat pria baju putih dengan wajah yang sudah lebam membiru. Tampak ada 5 warga yang mengangkat pria baju putih tersebut.

Di dalam video itu terdengar warga yang mengatakan, "Ini lah disiksa sama tentara. Ini lah sampai hancur masyarakat kecil. Kami hanya datang untuk membantu karena dia ini tidak mampu. Kami bawa ke rumah sakit, kritis dipukuli."

Beredar di media sosial kejadian tersebut terjadi pada 10 Mei 2022 sekitar pukul 00.00 WIB. Tertera di media sosial terjadi tindak penganiayaan yang dilakukan oleh seorang oknum TNI dan 3 warga sipil terhadap Edward Maruli Tua Hutapea.

Edward mendapatkan luka parah, yakni patah tulang rahang, tulang tengkorak, dan pendarahan dari telinga.



Simak Video "Momen Kericuhan Polisi-Warga saat Eksekusi Kafe di Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)