Pernikahan Jadi Penyebab Wanita di Langkat Murtad

Tim detikSumut - detikSumut
Senin, 16 Mei 2022 20:58 WIB
Cincin kawin
Ilustrasi cincin kawin. Foto: Shutterstock
Langkat -

Kasus warga ke luar dari agama Islam (murtad) di Langkat, Sumatera Utara (Sumut), membuat heboh. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sampai turun tangan karena kasus ini.

Ketua Bidang Dakwah MUI Sumut M. Hatta mengatakan perihal kasus murtad ini mereka terima dari masyarakat. Selain itu, Hatta menyebut ada juga upaya-upaya yang dilakukan untuk mengajak seorang Muslim untuk murtad.

"Kedua modus seperti itu banyak terjadi. Secara masif terjadi. Kadang kawin secara Islam, setelah itu dipaksa masuk (agama lain)," kata Hatta kepada detikSumut, Senin (16/5/2022).


Hatta mengatakan seorang Muslim yang murtad dipengaruhi faktor eksternal dan internal. Secara internal, kata Hatta, Muslim yang murtad itu karena adanya ajakan orang lain.

"Tapi internal itu ya kelemahan iman yang ada pada umat Islam sehingga mudah tergoyahkan," ucap Hatta.

Kasus warga di Langkat yang Murtad itu ternyata dialami oleh seorang wanita berinisial N (24). Dia disebut murtad karena menikah dengan seorang pria berinisial J.

Namun keluarga menilai ada yang janggal dari murtadnya N. Keluarga mengatakan kasus ini berawal dari N yang pergi meninggalkan rumah selama beberapa bulan.

"Setelah diusut, dapat lah info anak itu ada di daerah Pangkalan Susu atau Besitang (Langkat) gitu," kata pengacara keluarga N, Ade.

Ade mengatakan pihak keluarga mendatangi lokasi N berada didampingi pihak pemerintah setempat. N kemudian ditemukan meski sempat terjadi keributan antara keluarga N dan J.

Ade mengatakan N kemudian ditanyai soal peristiwa yang terjadi kepada N. Dari pengakuan N, kata Ade, J awalnya berjanji akan menikahinya dengan cara agama Islam.

"Ternyata bukan dinikahi secara Islam, dibawa ke rumah si pelaku dan dinikahi secara Kristen. Terjadi baptis," ucap Ade.

"Menurut pengakuan si korban, dia tidak pernah dibaptis di gereja, tapi dia ada menandatangani surat. Ketika pernikahan di gereja si keluarga pelaku tetap menyatakan dia tidak pindah agama. Tetap Islam, cuma dinikahkan di gereja. Karena dia tidak tahu, jadi ikut-ikutan aja," sambungnya.

Tak hanya itu, Ade mengatakan N juga tidak mengetahui jika dirinya sudah ke luar dari agama Islam. N, kata Ade, baru tahu jika dirinya sudah tidak Islam dari KTP yang dimilikinya.

"Tahunya dia pindah agama setelah mendapatkan KTP dari Dinas Dukcapil Langkat. Di situ KTPnya sudah berubah dari agama Islam ke Kristen. Anehnya fotonya pakai jilbab," tutur Ade.

"Keluar juga akta nikahnya dari dukcapil, setelah kita cek ke lurah asal korban, pihak kelurahan tidak pernah mengeluarkan rekomendasi pindah alamat si korban," jelasnya.

Pelaksana Tugas Bupati Langkat Syah Afandin turun mengomentari kasus ini. Dia memastikan kasus murtad di Langkat hanya satu dan karena pernikahan.

"Duduk masalahnya ada seorang wanita muslim N berhubungan dengan pemuda J beragama Kristen. Dengan bujuk rayunya berhasil mempengaruhi wanita hingga minggat dari rumah selama enam bulan sekaligus menukar agama menjadi Kristen dan kawin di depan pendeta di Pangkalan Brandan," sebut Syah Afandin.



Simak Video "Hati-hati! Ada Komplotan Penipu Wanita di Aplikasi Kencan, Motor Dibawa Kabur"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/bpa)