Tradisi berkapur sirih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Melayu. Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan makan sirih, tetapi juga mengandung makna adat dan filosofi kehidupan yang diwariskan turun-temurun.
Budayawan Melayu, M Muhar dalam tulisannya yang berjudul "Makna Berkapur Sirih bagi Orang Melayu" menjelaskan, tradisi berkapur sirih sudah hidup sejak ratusan tahun lalu dan masih dijumpai dalam berbagai upacara adat Melayu hingga saat ini. Mulai dari prosesi pernikahan, penyambutan tamu, sampai pengobatan tradisional.
"Dalam kehidupan orang Melayu, berkapur sirih merupakan tradisi makan sirih yang diramu dengan kapur, gambir dan pinang. Tradisi makan sirih merupakan warisan budaya masa silam, ratusan tahun yang lampau hingga saat ini," tulisnya.
Menurutnya, budaya makan sirih tidak hanya berkembang di kalangan masyarakat biasa, tetapi juga digunakan oleh pembesar negeri hingga lingkungan istana di Asia Tenggara.
Dalam adat Melayu, sirih biasanya disajikan menggunakan Tepak Sirih atau cerana. Tepak tersebut menjadi perlengkapan adat yang digunakan untuk menyajikan daun sirih beserta bahan pelengkap lainnya seperti pinang, gambir, kapur, tembakau, hingga cengkih.
Tepak Sirih umumnya terbuat dari kayu berukir dan dibungkus kain berhias ketika digunakan dalam suasana adat. Ada pula yang dibuat dari logam tertentu. Kehadiran Tepak Sirih menjadi simbol penghormatan dan keterbukaan hati saat menerima tamu atau menjalankan prosesi adat.
Muhar menjelaskan, setiap bahan dalam ramuan berkapur sirih memiliki makna tersendiri. Sirih melambangkan sifat rendah hati, suka memberi, serta memuliakan orang lain. Filosofi itu diambil dari cara tumbuh tanaman sirih yang memanjat tanpa merusak tempat hidupnya.
"Kapur memberi lambang hati yang putih bersih dan tulus, tetapi jika keadaan memaksa, ia akan berubah menjadi lebih agresif dan marah," tulisnya.
Sementara itu, gambir yang memiliki rasa pahit melambangkan keteguhan hati dan kesabaran dalam menjalani proses kehidupan. Filosofi tersebut diambil dari warna daun gambir yang kekuningan.
Baca juga: Makna Bunga Rampai dalam Tradisi Melayu |
Simak Video "Video: Kata Warga Kampung Melayu soal Wacana Relokasi ke Rusun"
(mjy/mjy)