Mengenal Pending, Hiasan Tradisional Melayu

Mengenal Pending, Hiasan Tradisional Melayu

Siti Asyaroh - detikSumut
Rabu, 20 Mei 2026 19:00 WIB
Mengenal Pending, Hiasan Tradisional Melayu
Foto: Bentuk Pending, hiasan tradisional Melayu. (dok. Instagram @warisanangsari)
Medan -

Pending Melayu merupakan salah satu perhiasan tradisional yang digunakan dalam pakaian adat Melayu. Pending berbentuk pengancing atau kepala tali pinggang yang dipakai untuk mengikat kain sarung maupun sampin, baik oleh pria maupun wanita.

Budayawan Melayu M Muhar dalam tulisannya berjudul Pending Melayu: Perpaduan Nilai Estetika, Simbol Sosial, dan Filosofi menjelaskan bahwa pending tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap busana adat, tetapi juga memiliki nilai simbolik dalam budaya Melayu.

"Pending Melayu adalah hiasan berbentuk pengancing atau kepala tali pinggang yang merupakan perhiasan diri dalam pakaian adat Melayu, ada jenis untuk pria maupun jenis untuk wanita, digunakan untuk mengikat kain sarung atau sampin, dan dahulunya melambangkan status sosial berdasarkan penggunaan logam mulia seperti emas dan perak; serta dalam beberapa tradisi juga dikenakan di bagian dada," tulisnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pending memiliki bentuk khas berupa lempengan logam lebar dengan ukiran halus dan kerawang yang menunjukkan keindahan seni logam tradisional Melayu. Bahan pembuatannya biasanya berasal dari emas, perak, maupun suasa.

Selain menjadi hiasan, pending juga menjadi lambang kemuliaan dan kehormatan bagi pemakainya. Pada masa lalu, pending emas umumnya digunakan oleh kalangan bangsawan, penghulu, hingga tokoh adat.

ADVERTISEMENT

Sementara pending berbahan perak atau suasa lebih banyak dipakai masyarakat umum dalam acara adat dan perayaan resmi.

Motif ukiran pada pending juga memiliki makna tersendiri. Ragam hias yang digunakan biasanya berupa bunga tanjung, pucuk rebung, hingga sulur-suluran yang lekat dengan filosofi hidup masyarakat Melayu.

"Motif ukiran yang terdapat pada pending biasanya menampilkan ragam hias flora atau juga rajah seperti bunga tanjung, pucuk rebung, dan sulur-suluran, yang melambangkan kesuburan, kebijaksanaan, serta kehalusan budi pekerti, nilai-nilai utama dalam falsafah hidup Melayu," kata Muhar.

Artikel ini ditulis Siti Asyaroh, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom




(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads