Pertumbuhan ekonomi Sumut pada kuartal III-2026 tembus 4,86% secara Year on Year (YoY). Sementara pertumbuhan ekonomi secara kuartalan tercatat sebesar 1,92%.
"Secara Year on Year ekonomi Sumut tumbuh 4,86% pada kuartal III 2026," ungkap Kepala BPS Sumut Asim Saputra, Kamis (5/11/2026).
BPS mencatat ekonomi Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) sebesar Rp 176,34 triliun dan Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar Rp 352,04 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan ekonomi tertinggi menurut lapangan usaha secara tahunan terjadi di kategori Penyedia Akomodasi Makanan dan Minum sebesar 20,18% diikuti oleh Kategori Administrasi Pemerintahan sebesar 15,70% dan Jasa Perusahaan sebesar 8,91%.
Sementara itu, lapangan usaha yang mengalami kontraksi secara tahunan adalah kategori Pengadaan air dan Real Estate masing-masing 2,25% dan 3,87%.
Selain itu, Asim menyebutkan bahwa sumber pertumbuhan ekonomi terbesar di Sumut pada triwulan III-2026 berasal dari kategori Perdagangan sebesar 1,65%.
Lebih lanjut, Asim membeberkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Sumut dari sisi pengeluaran tertinggi berasal dari kategori Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) sebesar 16,96% diikuti pengeluaran impor sebesar 11,73%.
"Secara YoY laju pertumbuhan ekonomi Sumut tetap tangguh dan mencatat angka di atas capaian Aceh, Sumbar, Riau, Jambi, Bengkulu, maupun Bangka Belitung," pungkasnya.
