Beras SPHP Dioplos, Bulog Perketat SOP

Beras SPHP Dioplos, Bulog Perketat SOP

Aulia Damayanti - detikSumut
Jumat, 30 Okt 2026 18:00 WIB
Warga berbelanja beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam acara pangan murah di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/8/2025). Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat realisasi distribusi beras SPHP mencapai 239,5 ribu ton hingga pekan ketiga Agustus 2025, sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras di pasaran. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Medan -

Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani akan melakukan memperketat standar operasional prosedur (SOP) bagi mitra Rumah Pangan Kita (RPK). Perbaikan dan pengetatan SOP dilakukan setelah ditemukan praktik oplos beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Diakuinya masih ada sejumlah celah dalam sistem aplikasi pemesanan beras SPHP, Klik SPHP. Menurutnya celah itu yang berpotensi dimanfaatkan untuk penyalahgunaan beras pemerintah.

"Program Klik SPHP itu masih ada titik-titik lemahnya. Nah, titik-titik lemahnya ini nanti kami akan evaluasi, kami laporkan ke Bapanas. Kami diskusikan supaya tidak ada lagi peluang-peluang sekecil apa pun untuk memanfaatkan beras-beras pemerintah digunakan untuk kepentingan pribadi ataupun kepentingan komersial," kata Rizal dikutip detikFinance, Jumat (30/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain mengevaluasi sistem pemesanan, Bulog juga akan memperketat SOP pelaporan penjualan oleh mitra RPK. Selama ini, menurut Rizal, masih banyak mitra yang tidak melaporkan ke mana beras SPHP yang telah dibeli disalurkan.

"Termasuk SOP-nya, khususnya pelaporan. Setelah dijual, itu jarang sekali teman-teman RPK yang melaporkan penjualannya ke mana. Nah, ini yang akan kami tekankan kembali, penjualannya juga harus dilaporkan. Siapa saja dan lain sebagainya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Rizal, penguatan pengawasan tersebut diperlukan agar Bulog dapat memastikan beras SPHP benar-benar disalurkan kepada masyarakat sesuai peruntukannya, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis yang menyimpang. Terkait inspeksi dadakan (sidak) terbadap RPK, tidak hanya dilakukan di daerah Jakarta saja. Rizal memperkirakan sekitar 2.000 RPK hari ini diperiksa melalui pengerahan petugas di kantor-kantor cabang Bulog di seluruh Indonesia.



(astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads