Sumut mendapat tambahan jatah 4.434 ton beras dari Jawa Timur. Pasokan ini untuk menambah kebutuhan bantuan pangan memperkuat cadangan pangan.
Pimwil Bulog Sumut Budi Cahyanto mengungkapkan bahwa tambahan stok untuk program bantuan pangan yang direncanakan untuk Oktober-Desember 2026.
Program tersebut menyasar sekitar 1,73 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan kebutuhan beras sekitar 52 ribu ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga kekurangan stok di gudang ditambah dengan adanya pasokan dari Jatim. Ke depan akan menyusul dari Jakarta sebanyak 6.500 ton," ujar Budi, Selasa (22/9/2026).
Budi menyebut pihaknya juga menjaga ketersediaan pasokan beras di gudang sebanyak 41.235 ton untuk penyaluran bantuan pangan periode Juli-September 2026 serta program SPHP.
Lebih lanjut, Budi mengatakan jika pasokan dari sejumlah daerah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras di Sumut mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun ini.
"Untuk itu, kami meyakini stok beras di Sumut dalam kondisi aman, baik untuk program SPHP maupun bantuan pangan," tutur Budi.
Selain menjaga ketersediaan pasokan beras, ia juga memastikan harga beras SPHP masih mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 13.100 per kg.
