BI Rate 5,75%, Bunga KPR Bakal Meroket? Begini Penjelasan BI Sumut

BI Rate 5,75%, Bunga KPR Bakal Meroket? Begini Penjelasan BI Sumut

Kartika Sari - detikSumut
Senin, 10 Agu 2026 19:22 WIB
Home tax deduction
Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz
Medan -

Kebijakan BI dengan menaikkan suku bunga acuan di level 5,75% sempat memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya debitur KPR aktif di Sumut. Mereka beranggapan kondisi tersebut membuat bunga KPR bakal meroket.

Menjawab hal tersebut, BI mengungkapkan bahwa dampak kebijakan tersebut terhadap suku bunga kredit perbankan tidak serta-merta berubah secara mendadak. Pihaknya menyebut ada jeda waktu sebelum perbankan menyesuaikan bunga KPR.

"Biasanya transmisi dari suku bunga kepada lending itu memiliki jeda waktu cukup lebar, biasanya 2-3 triwulan," ungkap Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Iman Gunadi kepada detikSumut, Senin (10/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya, efek kenaikan suku bunga tidak bisa langsung terlihat saat awal-awal ditetapkan namun membutuhkan waktu untuk melihat dampaknya secara menyeluruh di sektor properti.

Sementara itu, Iman menyebutkan bahwa BI merancang skema khusus agar perbankan tidak ragu untuk menyalurkan KPR. BI memperlebar jarak suku bunga simpanan (deposit facility) ke level 4,75% sementara lending facility berada di level 6,50%.

ADVERTISEMENT

Menurut Iman, langkah tersebut dilakukan agar perbankan tidak tergiur untuk menaruh uang menganggur di BI, melainkan memutarkan dananya ke masyarakat dalam bentuk kredit rumah maupun modal usaha.

"Bunga ke bawah sengaja dibuat lebih rendah agar minat perbankan untuk menaruh uang di Bank Indonesia berkurang," ujarnya.

Sempat membuat masyarakat yang memiliki KPR ketar-ketir, Iman menegaskan bahwa kondisi perbankan masih dalam zona aman. Ia menyebut risiko kredit macet di sektor perumahan masih jauh dari ambang bahaya.

Adapun Non-Performing Lending (NPL) atau profil risiko kredit macet tercatat sebesar 1,9%, jauh di bawah batas bahaya 5%. Sementara NPL net berada di kisaran aman sebesar 1,1%-1,2%.

"Bank memiliki tingkat keamanan yang tinggi, risiko NPLnya sangat rendah. Ruang untuk ekspansi kredit masih sangat besar guna menopang pertumbuhan ekonomi ke depan," ucapnya.



(ksr/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads