Ekonomi Aceh Tumbuh 4,09%, MBG-Rehab Pasca Bencana Jadi Pemicu

Aceh

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,09%, MBG-Rehab Pasca Bencana Jadi Pemicu

Agus Setyadi - detikSumut
Kamis, 07 Mei 2026 12:52 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.
Foto: Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (dok. detikcom)
Banda Aceh -

Ekonomi Aceh pada triwulan I Tahun 2026 tumbuh 4,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada sejumlah faktor pendorong pertumbuhan ekonomi di antaranya makan bergizi gratis (MBG) serta program rehabilitasi pasca bencana.

"Secara umum, ekonomi Aceh pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan pertumbuhan positif. Namun demikian, pertumbuhan ini sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I tahun lalu yang mencapai 4,59 persen," kata Kepala BPS Aceh Agus Andria kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).

Agus menjelaskan, perekonomian Aceh dipengaruhi beberapa faktor utama di antaranya dari sisi produksi terjadi peningkatan aktivitas pada sejumlah lapangan usaha. Produksi daging ayam, sapi, dan kerbau meningkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aktivitas akomodasi juga disebut kembali meningkat pasca pemulihan bencana banjir. Di sektor konstruksi, kata Agus, penjualan semen meningkat hingga sekitar 30 persen terutama didorong kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir, termasuk pembangunan hunian sementara, hunian tetap, jalan, dan jembatan.

Sementara dari sisi konsumsi, daya beli masyarakat mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan bertambahnya jumlah ASN sebesar 11,32 persen serta adanya pembayaran gaji dan tunjangan hari raya (THR).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, indikator kesejahteraan petani yang tercermin dari nilai tukar petani juga meningkat sebesar 2,70 persen secara year-on-year. Dari sisi eksternal, ekspor luar negeri meningkat sejalan dengan naiknya ekspor batu bara, sedangkan impor luar negeri menurun akibat turunnya impor pupuk dan migas.

"Program makan bergizi gratis juga mulai memberikan dampak terhadap perekonomian, dengan lebih dari 650 SPPG aktif pada triwulan I-2026 mendorong aktivitas penyediaan makan minum, industri makanan, dan perdagangan," jelas Agus.

Agus menjelaskan, struktur ekonomi Aceh masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 31,70 persen terhadap total PDRB Aceh. Selain itu, perdagangan besar dan eceran berkontribusi sebesar 15,92 persen, administrasi pemerintahan sebesar 8,99 persen, konstruksi sebesar 8,72 persen, serta transportasi dan pergudangan sebesar 6,53 persen.

Dari sisi pertumbuhan, lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi tumbuh paling tinggi sebesar 17,96 persen, diikuti konstruksi sebesar 15,95 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 13,54 persen. Sementara itu, lapangan usaha pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi sebesar 9,05 persen, dan lapangan usaha pengadaan air juga kontraksi sebesar 1,97 persen.

"Dilihat dari sumber pertumbuhan, konstruksi memberikan andil terbesar sebesar 1,36 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh, diikuti perdagangan sebesar 1,27 persen dan administrasi pemerintahan sebesar 0,65 persen," ujar Agus.



(mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads