Harga Gula di Sumut Merangkak Naik, Dipengaruhi Biaya Kemasan Plastik

Harga Gula di Sumut Merangkak Naik, Dipengaruhi Biaya Kemasan Plastik

Kartika Sari - detikSumut
Jumat, 17 Apr 2026 22:02 WIB
Ilustrasi gula rafinasi
Foto: Getty Images/Aphirak Thila
Medan -

Harga gula pasir di Sumatera Utara (Sumut) diam-diam ikut merangkak naik. Disperindag membeberkan kenaikan harga gula imbas dari kenaikan harga plastik.

Berdasarkan data Disperindag ESDM Sumut, Jumat (17/4/2026), harga rata-rata gula pasir di Sumut dipatok sebesar Rp 18.626 per kg, di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 17.500 per kg.

Harga gula pasir tertinggi berada di Kabupaten Nias Selatan yang menjual sebesar Rp 22 ribu per kg. Kemudian disusul oleh Kabupaten Karo sebesar Rp 20 ribu per kg, Kabupaten Mandailing Natal sebesar Rp 19.750 per kg, Kabupaten Toba maupun Kota Tanjung Balai mematok harga Rp 19 ribu per kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, harga gula pasir terendah berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Pakpak Bharat sebesar Rp 17 ribu per kg, masih di bawah HET.

ADVERTISEMENT

Terkait hal ini, Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag ESDM Sumut Charles Situmorang membeberkan bahwa kenaikan harga gula pasir ternyata dipengaruhi dari naiknya harga plastik belakangan ini.

"Terkait gula untuk pasokan tidak ada masalah, kenaikan harga gula dipengaruhi oleh kenaikan harga kemasan plastik baik kemasan goni 50 kg maupun kemasan 1 kg," ungkap Charles kepada detikSumut.

Lebih lanjut, Charles mengakui bahwa dampak dari kenaikan harga plastik kini sudah berimbas ke produk-produk yang menggunakan kemasan berbahan plastik.

"Perlahan-lahan (sudah pengaruh ke produk lain)," ucapnya.



(ksr/dhm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads