Kapal Terbalik di Batam Tewaskan 3 Kru, Agensi: Kami Tanggung Jawab

Kepulauan Riau

Kapal Terbalik di Batam Tewaskan 3 Kru, Agensi: Kami Tanggung Jawab

Alamudin Hamapu - detikSumut
Sabtu, 07 Mar 2026 18:30 WIB
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban kapal terbalik di perairan Batam.(Foto: Tim SAR)
Kapal terbalik di perairan Batam. (Foto: Tim SAR)
Batam -

Manajemen PT Pradana Samudra Lines memastikan seluruh kru yang menjadi korban dalam insiden kapal tugboat terbalik di perairan kawasan PT ASL Shipyard telah bekerja sesuai prosedur operasional standar (SOP). Perusahaan juga memastikan penanganan terhadap korban dilakukan secara penuh, termasuk santunan, asuransi, hingga biaya pemakaman.

Manajer agensi PT Pradana Samudra Lines, Moh Fatur Akbar, mengatakan saat kejadian terdapat lima orang kru yang berada di atas kapal tugboat tersebut. Kapal saat itu sedang melakukan pekerjaan asist atau membantu mendorong kapal lain di area perairan galangan.

"Jumlah kru saat kejadian ada lima orang. Kapal kami saat itu sedang membantu mendorong atau asist kapal, hanya untuk merapatkan kapal saja," kata Fatur di Batam, Sabtu (7/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fatur menjelaskan pihak perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap para kru yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Perusahaan telah menyiapkan santunan, asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman korban.

"Kami memberikan santunan kepada korban, mengeluarkan asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman baik di dalam maupun luar kota sampai proses pemakaman selesai," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan bahwa perusahaannya merupakan manajemen penyedia kru kapal, bukan agen pelayaran. Para kru memiliki kontrak kerja langsung dengan PT Pradana Samudra Lines sebagai perusahaan yang mengelola dan menyediakan tenaga awak kapal.

"Kami adalah manajemen kru, bukan agen pelayaran. Kru memiliki kontrak kerja langsung dengan perusahaan kami. Jadi kami hanya menyediakan kru untuk kapal yang digunakan oleh perusahaan lain," jelasnya.

Menurut Fatur, hubungan kerja dengan perusahaan galangan kapal hanya sebatas penyediaan kru untuk operasional kapal tugboat. Sementara pengelolaan kru sepenuhnya berada di bawah manajemen perusahaan agensi.

Berdasarkan keterangan kru yang selamat, insiden terjadi saat kondisi angin dan arus laut cukup kuat hingga kapal terdorong ombak dan akhirnya terbalik. Saat kejadian, kru yang selamat berada di luar kapal karena sedang memperbaiki tali, sementara kru lainnya masih berada di dalam kapal.

"Kru yang selamat saat itu posisinya di luar kapal karena sedang memperbaiki tali. Sementara kru lainnya berada di dalam kapal. Menurut keterangan mereka, arus cukup kuat sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri," katanya.

Meski demikian, pihak perusahaan memastikan seluruh kru telah bekerja sesuai prosedur keselamatan yang berlaku saat menjalankan tugas di kapal.

Fatur juga menyebut pihak perusahaan telah berkomunikasi dengan keluarga para korban setelah kejadian tersebut.

"Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga korban dan mereka sudah menerima penjelasan dari perusahaan. Seluruh korban dimakamkan di Batam," ujarnya.

Sementara itu, kru yang selamat dari kejadian tersebut kini dalam kondisi membaik, meski masih mengalami trauma akibat insiden kapal terbalik tersebut.

"Yang bersangkutan masih perawatan tapi kondisi sudah mulai membaik," ujarnya.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads