Benarkah Stroberi Sebenarnya Bunga? Ini Penjelasannya

Benarkah Stroberi Sebenarnya Bunga? Ini Penjelasannya

Tri Wahyuni Br Tambunan - detikSumut
Sabtu, 31 Okt 2026 15:00 WIB
Makan Strawberry dan Kandungan Manfaatny
Foto: Getty Images/Image Source/
Jakarta -

Stroberi menjadi salah satu buah yang banyak disukai karena rasanya yang manis dan sedikit asam. Di balik bentuknya yang menarik, stroberi ternyata menyimpan fakta unik yang belum banyak diketahui.

Buah yang sering kita makan ini ternyata memiliki struktur yang berbeda dari buah pada umumnya. Lebih dari 80% orang di dunia percaya, bahwa bagian merah pada stroberi adalah buahnya. Padahal itu bukan buah sama sekali.

Selama ini, stroberi dikenal sebagai buah berwarna merah dengan rasa manis dan sedikit asam. Namun, dalam ilmu botani, stroberi ternyata termasuk buah semu atau pseudocarp.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini karena bagian merah yang biasa dimakan tidak terbentuk langsung dari bakal buah seperti buah pada umumnya. Lantas, mengapa stroberi bisa disebut demikian? Berikut penjelasan ilmiahnya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan publikasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), bagian merah stroberi sebenarnya berasal dari jaringan dasar bunga yang membesar dan menjadi berdaging. Artinya, bagian yang selama ini dianggap sebagai buah nyatanya adalah bagian dari bunga yang berkembang setelah proses penyerbukan.

Lalu, di manakah letak buah stroberi yang sebenarnya? Ternyata, buah sejatinya justru berada di bagian luar, yaitu bintik-bintik kecil yang menempel pada permukaan merahnya.

Bagian tersebut disebut achene, yakni buah kecil yang masing-masing menyimpan biji di dalamnya. Jadi biji buah stroberi yang asli ada di dalam achene ini.

Proses terbentuknya stroberi dimulai ketika bunga mengalami penyerbukan. Setelah pembuahan terjadi, bakal buah berkembang menjadi achene, sementara dasar bunga perlahan membesar. Bagian inilah yang kemudian berubah menjadi merah dan dikenal sebagai stroberi yang biasa dikonsumsi.

Keunikan stroberi juga terlihat dari bentuk dan karakteristiknya. Penelitian Ana Susanti, dkk dalam jurnal Biogenesis menjelaskan bahwa stroberi memiliki karakter yang beragam, mulai dari bentuk, ukuran, warna, hingga tingkat kemanisan dan keasaman buah.

Selain memiliki struktur yang unik, stroberi juga menjadi tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Berdasarkan buku Pedoman Budi Daya Stroberi yang diterbitkan Kementerian Pertanian pada 2023, tanaman ini berasal dari daerah subtropis dan telah diperkenalkan di Indonesia sejak tahun 1980-an. Stroberi cocok dikembangkan di daerah dengan kondisi lingkungan yang mendukung, terutama kawasan dataran tinggi.

Meski secara ilmiah termasuk buah semu, stroberi tetap disebut buah dalam kehidupan sehari-hari. Sebutan tersebut tidak salah dalam konteks makanan karena bagian merahnya memang dapat dikonsumsi seperti buah lainnya. Keunikan ini justru menunjukkan bahwa sesuatu yang terlihat sederhana ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang menarik.

Artikel ditulis Tri Wahyuni Br Tambunan, mahasiswi PKL di deticom

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: Misteri 40 Tahun Terpecahkan, BRIN Identifikasi Rafflesia Spesies Baru di Kaltim"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads