Sholat merupakan bentuk komunikasi seorang hamba secara langsung dengan Allah SWT. Namun, dalam pelaksanaannya, berbagai gangguan pikiran dan hati sering kali membuat seseorang sulit mencapai kekhusyukan.
Dilansir detikHikmah dari buku Andaikan Shalat Sebuah Pesta karya Kang Yadi, dijelaskan bahwa kekhusyukan pada dasarnya bersumber dari hati, tetapi tetap perlu diwujudkan melalui kedisiplinan anggota tubuh. Khusyuk dalam sholat mencakup dua sisi, yakni lahiriah dan batiniah.
Pada sisi lahiriah, kekhusyukan terlihat dari ketenangan gerakan serta kesesuaian ucapan dengan tuntunan sholat. Sementara secara batiniah, khusyuk berkaitan dengan kondisi hati yang dipenuhi rasa berharap, cemas, takut, sekaligus kesadaran bahwa diri senantiasa berada dalam pengawasan Allah SWT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, bagaimana cara agar seseorang dapat menjaga kekhusyukan ketika melaksanakan sholat?
Cara agar Sholat Khusyuk
Mengacu pada pandangan Syekh Izzuddin bin Abdissalam dalam kitab Al-Qawa'id al-Kubra yang dikutip NU Online, terdapat sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk membantu menghadirkan kekhusyukan dalam sholat.
1. Memahami dan Menghayati Bacaan Sholat
Syekh Izzuddin bin Abdissalam menjelaskan bahwa orang yang sedang melaksanakan sholat hendaknya menghayati setiap bacaan yang dilafalkannya.
Ketika membaca ayat yang berisi ancaman mengenai siksa, seseorang dianjurkan menghadirkan rasa takut kepada Allah SWT. Sebaliknya, saat membaca ayat yang mengandung janji rahmat dan surga, hendaknya muncul rasa optimistis serta harapan terhadap rahmat Allah SWT.
2. Menjaga Pancaindra dan Menghadirkan Sikap Ihsan
Mata dan telinga menjadi salah satu pintu yang dapat memengaruhi konsentrasi hati. Terlalu sering memejamkan mata atau melihat ke berbagai arah ketika sholat dapat mengganggu fokus.
Karena itu, seseorang dianjurkan menghadirkan sikap ihsan, yakni beribadah dengan kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi.
"Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Kalaupun engkau tidak bisa melihat-Nya, sungguh Dia melihatmu." (HR Thabrani)
3. Membaca Ta'awudz dan Surah An-Nas Sebelum Sholat
Sebelum mengucapkan takbiratul ihram, seseorang dapat membiasakan diri memohon perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan setan yang menimbulkan rasa was-was. Salah satunya dengan membaca ta'awudz dan surah An-Nas.
4. Memiliki Tekad dan Niat yang Kuat
Sebelum memulai sholat, usahakan untuk sejenak melepaskan berbagai urusan pekerjaan maupun persoalan duniawi yang memenuhi pikiran. Hadirkan kesadaran bahwa sholat yang sedang dilakukan bisa saja menjadi sholat terakhir dalam kehidupan.
Doa agar Sholat Khusyuk
Selain berusaha menjaga konsentrasi, terdapat doa yang dapat diamalkan untuk memohon pertolongan Allah SWT agar diberikan kekhusyukan dalam beribadah.
Doa Pertama
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allāhumma a'innī 'alā dzikrika wa syukrika wa ḥusni 'ibādatik.
Artinya: "Ya Allah, semoga Engkau memberi pertolongan kepada kami untuk bisa selalu ingat (zikir) kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu."
Doa Kedua
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الطُّمَأْنِيْنَةَ وَالْخُشُوْعَ، اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الْخُشُوْعَ فِي صَلَاتِنَا
Allāhummārzuqnāth-thuma'nīnata wal-khusyū', allāhummārzuqnāl-khusyū'a fī shalātinā.
Artinya: "Ya Rabb, anugerahkanlah rasa ketenangan (tumakninah) dan khusyuk dalam sholat kami."
Makna Khusyuk Menurut Tafsir Para Ulama
Mengutip buku Memahami Shalat Khusyu' karya M. Amin Abdul Samad, istilah khusyuk dalam Al-Qur'an memiliki sejumlah makna yang dijelaskan oleh para ahli tafsir.
1. Adz-Dzullu wat-Tadzallul: Merendahkan Diri dan Tunduk
Dalam sholat, makna ini dapat diwujudkan melalui sikap merendahkan diri serta menunjukkan kepatuhan kepada Allah SWT. Salah satunya dengan menjaga pandangan tetap tunduk.
Hal tersebut antara lain tergambar dalam surah Taha ayat 108:
يَوْمَىِٕذٍ يَّتَّبِعُوْنَ الدَّاعِيَ لَا عِوَجَ لَهٗ ۚوَخَشَعَتِ الْاَصْوَاتُ لِلرَّحْمٰنِ فَلَا تَسْمَعُ اِلَّا هَمْسًا
Artinya: "Pada hari itu mereka mengikuti (panggilan) penyeru (Israfil) tanpa berbelok-belok. Semua suara tunduk merendah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga yang kamu dengar hanyalah bisik-bisik."
2. Al-Khauf: Rasa Takut
Khusyuk juga berkaitan dengan munculnya rasa takut dan gentar terhadap kebesaran serta hisab Allah SWT. Sikap tersebut dapat ditemukan pada orang-orang saleh yang berdoa dengan perasaan harap sekaligus cemas, sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Anbiya' ayat 90.
فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ ۖوَوَهَبْنَا لَهٗ يَحْيٰى وَاَصْلَحْنَا لَهٗ زَوْجَهٗۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا يُسٰرِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَيَدْعُوْنَنَا رَغَبًا وَّرَهَبًاۗ وَكَانُوْا لَنَا خٰشِعِيْنَ
Artinya: "Maka, Kami mengabulkan (doa)-nya, menganugerahkan Yahya kepadanya, dan menjadikan istrinya (dapat mengandung). Sesungguhnya mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami."
3. At-Tawadhu': Rendah Hati
Khusyuk juga mengandung makna tawadhu atau rendah hati. Ketika bersujud kepada Allah SWT, seseorang hendaknya meninggalkan kesombongan dan rasa takabur.
Makna tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 45:
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ
Artinya: "Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya (sholat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk."
4. Sukunul Jawarih wa Ramyul Bashar: Menenangkan Anggota Tubuh dan Memusatkan Pandangan
Makna lainnya adalah menjaga anggota tubuh tetap tenang, tidak banyak bergerak, serta mengarahkan pandangan ke tempat sujud. Ketenangan tersebut dapat membantu seseorang menjaga fokus dan mencegah pikirannya mengembara ketika melaksanakan sholat.
Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Mu'minun ayat 2:
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ
Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya."
