Banjir yang merendam sejumlah desa di Aceh Tenggara belum surut. Banjir menyebabkan 1.910 jiwa terdampak.
Banjir di daerah tersebut merendam sejumlah desa di enam kecamatan sejak Rabu (28/10). Banjir terjadi setelah kawasan itu diguyur hujan lebat dalam waktu lama sehingga menyebabkan sejumlah sungai meluap.
"Kondisi terakhir air belum surut. Rumah warga masih tergenang air," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Bahron Bakti dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, banjir merendam pemukiman warga dengan ketinggian 0,5 meter hingga 1 meter. Tidak ada pengungsi maupun korban dalam musibah tersebut.
Bahron menyebutkan, sungai di sana meluap salah satunya disebabkan penyumbatan di bawah jembatan Desa Kuning I. Selain itu, tanggul sungai Lawe Kinga Desa Kuta Lesung jebol sehingga aliran sungai berpindah ke permukiman Desa Pinding dan merusak lahan pertanian warga.
Tanggul sungai Lawe Kisam mengalami abrasi dan jebol di Desa Bambel Gabungan dan Dusun Nasi Desa Terutung Megara Lawe Pasaran. Bahron menjelaskan, dampak material lainnya adalah tanggul Sungai Lawe Kisam jebol di lokasi Desa Bunga Melur sehingga air mengarah ke permukiman warga Desa Lawe Sagu Hulu dan Kandang Mbelang Mandiri.
"Pedagang pasar tradisional Kuning terpaksa pindah ke lokasi tempat yang aman untuk berjualan berjarak 500 meter dari lokasi pasar terletak di Simpang Pulo Kedondong-Pinding," ujarnya.
