Air AC Bocor hingga Tembok Basah? Ini 5 Hal yang Perlu Dicek

Air AC Bocor hingga Tembok Basah? Ini 5 Hal yang Perlu Dicek

Danang Sugianto - detikSumut
Jumat, 30 Okt 2026 09:01 WIB
Water leaking from the air conditioner drips from the cooler.
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/VacharapongW).
Jakarta -

Air dari pendingin ruangan atau air conditioner (AC) yang menetes hingga membasahi dinding rumah tidak boleh dianggap remeh. Selain menimbulkan bercak lembap dan menyebabkan cat dinding mengelupas, kondisi ini juga bisa mengindikasikan adanya gangguan pada sistem pembuangan air AC.

Masalah itu cukup kerap terjadi pada rumah yang menggunakan AC, terutama jika perangkat jarang dibersihkan atau sudah lama dipakai tanpa pemeriksaan rutin.

Sebelum memanggil teknisi, pemilik rumah dapat mengenali sejumlah penyebab air AC menetes ke dinding. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan sesuai sumber masalahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir detikProperti dari Mitsubishi Electric Indonesia, berikut beberapa penyebab air AC menetes hingga membasahi dinding serta cara mengatasinya.

1. Filter AC Kotor

ADVERTISEMENT

Filter udara yang dipenuhi debu bisa menghambat sirkulasi udara di dalam unit AC. Kondisi tersebut bisa menyebabkan evaporator terlalu dingin hingga membentuk lapisan es.

Saat es mencair, air yang dihasilkan bisa melebihi kapasitas penampungan atau pembuangan sehingga menetes keluar dari unit dan membasahi dinding.

Untuk mengatasinya, bersihkan filter secara berkala sesuai petunjuk produsen. Bila filter sudah rusak, pertimbangkan untuk menggantinya.

2. Saluran Pembuangan Air Tersumbat

AC menghasilkan air kondensasi saat proses pendinginan berlangsung. Air itu seharusnya mengalir lewat selang pembuangan ke luar rumah.

Namun, debu, lendir, lumut, atau kotoran yang menumpuk bisa menyumbat saluran tersebut. Saat aliran air terhambat, air bisa meluap dari bak penampung dan menetes ke dinding.

Saluran pembuangan perlu diperiksa dan dibersihkan jika ditemukan sumbatan. Apabila penyumbatan sulit dijangkau, gunakan jasa teknisi agar proses pembersihan tidak merusak komponen AC.

3. Posisi Pemasangan AC Tidak Rata

Pemasangan unit indoor AC yang tak sesuai kemiringan bisa mengganggu aliran air menuju saluran pembuangan. Akibatnya, air kondensasi tidak mengalir dengan baik dan justru menetes ke bagian luar unit.

Kalau air terus membasahi dinding meski filter sudah dibersihkan, posisi pemasangan AC perlu diperiksa. Sebaiknya minta teknisi memastikan unit terpasang dengan benar agar air mengalir ke saluran pembuangan.

4. Ada Masalah pada Freon

Kebocoran refrigeran atau freon bisa membuat kinerja pendinginan AC menurun. Pada kondisi tertentu, masalah ini juga bisa menyebabkan evaporator membeku dan menghasilkan air berlebih ketika es mencair.

Meski begitu, AC yang menetes tidak selalu berarti freonnya bocor. Jika AC tidak lagi dingin, muncul bunga es, atau terdapat gejala lain, teknisi perlu memeriksa sistem pendingin untuk memastikan penyebabnya.

Jangan mencoba mengisi ulang freon sendiri tanpa mengetahui sumber masalah. Jika terjadi kebocoran, titik kebocoran perlu ditemukan dan diperbaiki terlebih dahulu.

5. Pipa atau Sambungan AC Sudah Rusak

Pipa, selang pembuangan, maupun sambungan AC yang sudah aus atau retak juga dapat menyebabkan kebocoran. Air yang seharusnya dialirkan ke luar rumah bisa merembes lewat sambungan dan membasahi dinding.

Periksa apakah terdapat rembesan di sekitar pipa atau sambungan yang terlihat. Jika ditemukan kerusakan, komponen tersebut perlu diperbaiki atau diganti.

Hindari mengandalkan sealant sebagai solusi permanen sebelum jenis kebocoran diketahui. Penanganan yang tidak tepat berisiko membuat masalah kembali muncul.

Cara Mengatasi Air AC yang Menetes ke Dinding

Kalau dinding mulai lembap akibat tetesan AC, ada beberapa langkah awal yang bisa dilakukan pemilik rumah.

Pertama, matikan AC bila air terus menetes, terutama jika air mendekati stopkontak atau instalasi listrik. Jangan menyentuh kabel atau komponen listrik yang basah.

Kedua, periksa filter udara dan bersihkan jika kotor sesuai petunjuk penggunaan. Kemudian, amati apakah ada air yang menggenang di sekitar unit atau merembes dari selang pembuangan.

Pemilik rumah juga dapat memeriksa bagian luar yang terlihat untuk mencari tanda kerusakan pada selang atau sambungan. Namun, jangan membongkar unit atau menangani komponen kelistrikan sendiri jika tidak memiliki keahlian.

Jika air tetap menetes, AC tidak dingin, atau muncul lapisan es, segera hubungi teknisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kenali Tanda AC Bermasalah

Selain air yang menetes ke dinding, ada beberapa gejala lain yang patut diperhatikan, di antaranya:

  1. AC tidak dingin meskipun suhu sudah diatur rendah.
  2. Muncul suara tidak biasa dari unit indoor.
  3. Terlihat lapisan es pada evaporator atau pipa AC.
  4. Volume air yang menetes semakin banyak.
  5. Tagihan listrik meningkat tanpa perubahan pemakaian yang jelas.

Perlu diingat, tanda-tanda itu tak selalu menunjukkan penyebab yang sama. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah masalah berasal dari filter, saluran pembuangan, pemasangan, atau sistem pendingin.

Perawatan AC secara berkala bisa membantu mencegah kebocoran dan menjaga kondisi dinding rumah tetap baik. Bila dinding telanjur lembap, keringkan area itu setelah sumber kebocoran diperbaiki. Cat yang mengelupas sebaiknya diperbaiki setelah permukaan tembok benar-benar kering agar kerusakan tidak berulang.



(dhm/dhm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads