Pernah menemukan simbol berbentuk ember, segitiga, kotak, atau setrika pada label pakaian, tetapi tidak mengetahui artinya? Simbol-simbol ada maknanya loh. Masing-masing memberikan petunjuk mengenai cara merawat pakaian agar tidak mudah rusak.
Kesalahan saat mencuci, mengeringkan, atau menyetrika pakaian dapat membuat bahan menyusut, warna memudar, hingga serat kain rusak. Karena itu, memahami simbol perawatan pada label pakaian bisa membantu menjaga kualitas pakaian lebih lama.
Mengutip dari Australian Competition and Consumer Commission (ACCC), terdapat lima kelompok simbol perawatan pakaian, yaitu pencucian, pemutihan, pengeringan, penyetrikaan, dan perawatan profesional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap kelompok memiliki bentuk dasar yang berbeda. Simbol ember menunjukkan petunjuk pencucian, segitiga berkaitan dengan pemutih, kotak menunjukkan pengeringan, setrika berkaitan dengan penyetrikaan, sedangkan lingkaran digunakan untuk petunjuk perawatan profesional.
Lantas, apa saja arti simbol pada label pakaian dan bagaimana cara membacanya? Nah, detikers yang penasaran, wajib simak penjelasan artikel ini sampai habis, ya.
Mengenal Lima Simbol Dasar pada Label Pakaian
1. Simbol Ember: Petunjuk Cara Mencuci
Simbol berbentuk ember berisi air menunjukkan petunjuk pencucian pakaian. Informasi di dalam atau di sekitar simbol dapat menjelaskan suhu air maksimum serta metode pencucian yang disarankan.
Menurut panduan ACCC, angka di dalam simbol ember menunjukkan suhu pencucian maksimum dalam derajat Celsius. Sementara itu, garis di bawah simbol dapat menunjukkan bahwa pakaian membutuhkan proses pencucian yang lebih lembut.
Menurut Dokumen Arti Simbol Perawatan pada Label Pakaian melalui laman Kementerian Agama RI, simbol ember menunjukkan cara mencuci pakaian. Jika terdapat simbol ember dan tangan, tandanya pakaian dianjurkan dicuci manual pakai tangan. Adapun simbol ember yang dicoret menandakan pakaian tidak boleh dicuci.
Karena itu, perhatikan simbol pencucian sebelum memasukkan pakaian ke mesin cuci. Jika label menunjukkan pencucian dengan tangan, sebaiknya ikuti petunjuk tersebut daripada langsung menggunakan siklus mesin cuci biasa.
2. Simbol Segitiga: Petunjuk Penggunaan Pemutih
Simbol berbentuk segitiga berkaitan dengan penggunaan bahan pemutih. Petunjuk ini penting karena tidak semua pakaian aman diberi pemutih, terutama jika bahan atau warnanya rentan mengalami perubahan.
Melansir panduan ACCC, simbol segitiga dapat menunjukkan apakah pemutih diperbolehkan, apakah hanya jenis pemutih tertentu yang boleh digunakan, atau apakah pemutih sama sekali tidak boleh digunakan.
Dokumen dari Kementerian Agama RI juga menjelaskan bahwa segitiga merupakan simbol pemakaian pemutih. Segitiga yang dicoret menandakan larangan penggunaan pemutih.
Sebelum menggunakan pemutih untuk menghilangkan noda membandel, periksa petunjuk pada label. Jangan berasumsi semua pakaian berwarna putih atau berbahan tebal aman diberi pemutih.
3. Simbol Kotak: Petunjuk Pengeringan
Simbol berbentuk kotak memberikan petunjuk mengenai cara mengeringkan pakaian. Simbol ini dapat dilengkapi gambar atau tanda tambahan yang membedakan metode pengeringan menggunakan mesin dan pengeringan alami.
Menurut panduan ACCC, simbol pengeringan dapat menunjukkan apakah pakaian boleh dikeringkan menggunakan mesin, harus dijemur dengan cara digantung, atau perlu dikeringkan dengan cara dibentangkan. Tanda tambahan juga dapat memberikan petunjuk mengenai suhu dan metode pengeringan yang diperbolehkan.
Kemudian, pada simbol ini, dokumen dari Kementerian Agama RI juga menjelaskan beberapa petunjuk pengeringan, seperti mengeringkan pakaian dengan digantung, dibentangkan, serta larangan menggunakan mesin pengering.
Karena itu, jangan langsung memasukkan semua pakaian ke mesin pengering. Pakaian yang membutuhkan pengeringan alami sebaiknya dirawat sesuai petunjuk label agar bentuk dan bahannya tetap terjaga.
4. Simbol Setrika: Petunjuk Suhu Menyetrika
Simbol berbentuk setrika menunjukkan petunjuk penyetrikaan pakaian. Simbol ini dapat dilengkapi titik yang menunjukkan tingkat suhu yang diperbolehkan.
Menurut panduan ACCC, satu titik pada simbol setrika menunjukkan suhu rendah dengan suhu maksimum pelat setrika 110°C. Dua titik menunjukkan suhu maksimum 150°C, sedangkan tiga titik menunjukkan suhu maksimum 200°C.
Panduan tersebut juga mencantumkan simbol setrika yang dicoret untuk menandakan pakaian tidak boleh disetrika. Petunjuk ini penting karena panas berlebihan dapat merusak serat atau permukaan kain tertentu.
Sebelum menyetrika, periksa jumlah titik pada label dan sesuaikan pengaturan suhu setrika. Jika pakaian memiliki petunjuk suhu rendah, hindari langsung menggunakan pengaturan panas maksimum.
5. Simbol Lingkaran: Petunjuk Perawatan Profesional
Simbol berbentuk lingkaran berkaitan dengan perawatan profesional, termasuk pencucian kering atau dry cleaning. Proses ini menggunakan metode dan bahan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan perawatan pakaian.
Mengutip panduan dari Office of Consumer Affairs, Kanada, simbol lingkaran digunakan untuk menunjukkan petunjuk pencucian kering profesional. Simbol tambahan di dalam lingkaran dapat memberikan informasi mengenai jenis pelarut atau metode perawatan yang diperbolehkan.
Panduan ACCC juga membedakan sejumlah simbol perawatan profesional, termasuk pencucian kering, pembersihan basah profesional, dan larangan melakukan metode perawatan tertentu.
Jika label pakaian menunjukkan petunjuk perawatan profesional, jangan langsung menganggap pakaian tersebut aman dicuci dengan cara biasa. Periksa petunjuk lengkapnya atau konsultasikan dengan penyedia jasa perawatan pakaian.
Mengapa Simbol pada Label Pakaian Penting?
Label perawatan membantu detikers mengetahui perlakuan yang sesuai untuk pakaian. Petunjuk tersebut dapat mengurangi risiko kerusakan akibat suhu air yang tidak sesuai, penggunaan pemutih, panas setrika, atau metode pengeringan yang keliru.
Menurut panduan ACCC, label perawatan memberikan informasi agar konsumen mengetahui cara merawat pakaian dan produk tekstil dengan benar. Informasi tersebut juga membantu detikers menghindari kerusakan, misalnya akibat warna yang luntur ketika pakaian dicuci tanpa memperhatikan petunjuknya.
Dengan membaca label sebelum mencuci, pengguna dapat menyesuaikan metode perawatan dengan petunjuk yang tersedia daripada menggunakan cara yang sama untuk semua jenis pakaian.
Artikel ini ditulis Muhammad Fikri Haikal Saragih, peserta Mahanghub Kemnaker di detikcom
