Kim Ji Won menjadi sasaran serangan dari sejumlah netizen Korea Selatan. Kontroversi tersebut berkaitan dengan episode 6 drama Korea Doctor X yang ditayangkan pada Sabtu (24/10/2026).
Dalam episode tersebut, tim produksi Doctor X mengaitkan kisah fiksi karakter Gye Soo Jung yang diperankan Kim Ji Won dengan peristiwa sejarah Gerakan Demokratisasi 18 Mei di Gwangju. Penggambaran tersebut kemudian memicu perbedaan pendapat di kalangan penonton.
Sebagian penonton menilai penggambaran cerita tersebut berhasil karena mengangkat perspektif korban serta memperlihatkan proses pemulihan yang berlangsung selama bertahun-tahun setelah peristiwa tersebut. Namun, tidak sedikit pula yang memberikan kritik terhadap keputusan tim produksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah netizen menilai penggabungan cerita medis dengan unsur sejarah dan politik terasa tidak sesuai. Ada pula yang menganggap kisah tersebut terlalu jauh dari alur utama Doctor X dan menduga terdapat upaya menyampaikan pandangan politik tertentu mengenai peristiwa Gwangju.
Gelombang kritik tersebut bahkan berlanjut ke ranah petisi di situs resmi Majelis Nasional Korea Selatan. Di sisi lain, akun media sosial Kim Ji Won juga dipenuhi komentar dari netizen yang menentang penayangan episode 6 tersebut.
"Oh jadi ini tuh drama sayap kiri?" tulis salah satu netizen seperti dilansir detikPop dari Korea JoongAng Daily pada Rabu (28/10/2026).
"Aku akan boikot semua proyekmu di masa depan," tulis yang lain ditujukan kepada Kim Ji Won.
"Sebagai figur publik, harusnya pandangan politik disimpan sendiri aja. Aku fans, tapi kecewa dengan jalan cerita 18 Mei," tulis yang lain.
Hingga kini, SBS belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang muncul terhadap Doctor X. Kontroversi tersebut juga terjadi tidak lama setelah polemik serupa menimpa film The Assassin(s) yang dibintangi Yoo Hai Jin dan Lee Min Ho.
Yoo Hai Jin menjadi salah satu aktor yang paling terdampak kontroversi tersebut. Dia bahkan disebut harus meminta perlindungan kepada polisi setelah muncul sejumlah ancaman yang dinilai dapat membahayakan keselamatannya.
Kontroversi Doctor X
Persoalan episode 6 Doctor X pertama kali mencuat setelah seorang warga Korea Selatan mengajukan petisi melalui situs Majelis Nasional. Petisi tersebut diberi judul 'Permintaan Penghentian Siaran Drama SBS Doctor X'. Hingga Minggu (25/10), petisi itu telah memperoleh 100 dukungan.
Pembuat petisi mengungkapkan ketidaknyamanannya setelah menyaksikan episode 6. Salah satu hal yang dipermasalahkan adalah keputusan tim produksi menjadikan Gerakan Demokratisasi 18 Mei atau 5-18 di Gwangju pada 1980 sebagai bagian dari cerita.
Peristiwa 18 Mei 1980 di Gwangju merupakan salah satu catatan penting dalam sejarah Korea Selatan. Setelah Presiden Park Chung Hee meninggal dunia pada 26 Oktober 1979, Korea Selatan mengalami kekosongan kekuasaan yang kemudian dimanfaatkan Chun Doo Hwan untuk mengambil alih kendali.
Pada 17 Mei 1980, Chun Doo Hwan memperluas pemberlakuan darurat militer ke seluruh wilayah Korea Selatan. Kebijakan tersebut berdampak pada penutupan universitas, pembatasan kegiatan politik, penangkapan sejumlah tokoh oposisi, hingga tekanan terhadap media.
Sehari kemudian, sekitar 600 mahasiswa berkumpul di Universitas Nasional Chonnam untuk memprotes pembatasan kebebasan akademik. Bentrokan dengan aparat kemudian terjadi dan berkembang menjadi tindakan kekerasan oleh pasukan darurat militer terhadap warga sipil hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Peristiwa tersebut kemudian dijadikan latar dalam kisah salah satu karakter Doctor X, Oh Sang Beom. Karakter tersebut digambarkan sebagai salah satu penyintas peristiwa 5-18 yang mengalami berbagai gangguan kesehatan, termasuk halusinasi dan nyeri kronis.
Menurut pembuat petisi, pengangkatan kisah tersebut dinilai tidak berkaitan dengan alur utama drama. Dia juga menduga adanya upaya memasukkan isu 18 Mei sebagai bentuk penyampaian sikap politik tertentu terhadap peristiwa tersebut.
Karena itu, pembuat petisi meminta Majelis Nasional melakukan pemeriksaan terhadap proses produksi dengan memanggil pihak-pihak yang terlibat. Dia juga meminta adanya peninjauan dari lembaga pengawas penyiaran serta mendesak agar penayangan drama tersebut segera dihentikan.
