detikers pernah lupa atau sengaja tidak mencabut charger HP dari stopkontak? Kebiasaan ini tampak sepele karena tidak sedang mengisi daya perangkat. Namun, apakah charger yang tidak dicabut dari stopkontak tetap mengonsumsi listrik?
Charger yang masih terhubung ke sumber listrik dapat mengonsumsi daya meskipun perangkat seperti ponsel tidak sedang tersambung. Konsumsi ini berkaitan dengan daya siaga atau standby power.
Dikutip dari Department of Energy Amerika Serikat, daya siaga merupakan konsumsi listrik perangkat ketika masih terhubung ke sumber listrik dalam kondisi konsumsi daya rendah. Pengukuran daya siaga juga mencakup adaptor atau charger saat perangkat yang diisi daya dilepas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Charger yang Tidak Digunakan Belum Tentu Nol Konsumsi Listrik
Kondisi charger yang masih menancap tanpa ponsel terhubung dikenal sebagai no-load atau kondisi tanpa beban. Dalam keadaan ini, charger tidak sedang menyalurkan daya untuk mengisi baterai ponsel, tetapi rangkaian listrik di dalamnya masih dapat mengonsumsi sejumlah daya.
Menurut penelitian Heikkinen dan Nurminen (2012), kondisi penggunaan dapat mempengaruhi perbebedaan konsumsi listrik charger ponsel. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsumsi energi charger dapat berbeda bergantung pada kondisi operasinya.
Temuan tersebut menegaskan pentingnya membedakan konsumsi listrik saat ponsel sedang diisi daya dan ketika charger dibiarkan terhubung tanpa perangkat.
Besarnya konsumsi listrik tidak dapat disamaratakan untuk semua charger. Hasil pengukuran suatu model tidak otomatis berlaku pada charger lain karena karakteristik dan rancangan perangkat dapat berbeda.
Apakah Charger Tak Dicabut Membuat Tagihan Listrik Membengkak?
Charger yang tetap terhubung ke stopkontak dapat menambah konsumsi listrik. Namun, untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya terhadap tagihan, diperlukan data daya siaga charger yang digunakan serta lamanya charger dibiarkan terhubung.
Dikutip dari Department of Energy Amerika Serikat dalam dokumen regulasi teknisnya, konsumsi daya siaga dapat diukur menggunakan prosedur pengujian khusus. Jika konsumsi daya berubah-ubah, pengukuran perlu dilakukan selama periode tertentu untuk memperoleh nilai rata-rata.
Artinya, tidak cukup hanya melihat apakah lampu indikator charger menyala atau apakah charger terasa hangat untuk menentukan besarnya listrik yang digunakan.
Konsumsi aktual dapat diketahui dengan alat ukur daya listrik yang sesuai. Hasil pengukuran kemudian dapat digunakan untuk memperkirakan energi yang terpakai selama periode tertentu.
Sebaiknya Charger Dicabut Setelah Digunakan
Mencabut charger setelah selesai digunakan merupakan langkah sederhana untuk memastikan adaptor tidak terus terhubung ke sumber listrik. Kebiasaan ini juga membantu mengurangi konsumsi daya siaga, meskipun penghematannya bergantung pada karakteristik charger.
Selain itu, kondisi perangkat perlu diperhatikan. Charger atau kabel yang rusak, longgar, atau menunjukkan tanda tidak normal sebaiknya tidak digunakan. detikers juga perlu mengikuti petunjuk keselamatan serta menghindari penggunaan stopkontak yang kelebihan beban.
Nah, sekarang detikers udah tahu kan kalau charger yang tidak dicabut memang dapat tetap menggunakan listrik, tetapi jumlahnya tidak selalu besar dan berbeda antarperangkat. Semoga informasi ini membantu ya detikers.
Artikel ditulis Muhammad Fikri Haikal Saragih, peserta Maganghub Kemnaker di detikcom.
Simak Video "Video: Gol Joao Felix Bawa Al Nassr Menang Vs Neom FC, Ronaldo Gagal Penalti"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
