Benarkah Bensin dengan RON Tinggi Lebih Irit? Ini Penjelasannya

Benarkah Bensin dengan RON Tinggi Lebih Irit? Ini Penjelasannya

Muhammad Fikri Haikal Saragih - detikSumut
Selasa, 27 Okt 2026 12:40 WIB
Ilustrasi isi BBM
Foto: dok. Pertamina Patra Niaga
Medan -

Saat mengisi bahan bakar di SPBU, detikers biasanya pilih bensin berdasarkan harga atau ada pertimbangan lainnya. Selain harga, ada faktor lain yang bisa dijadikan pertimbangan untuk memilih bensin yang ingin dibeli.

Bagi sebagian pengendara memilih bensin dengan angka oktan lebih tinggi karena berharap kendaraan menjadi lebih irit. Dikutip dari Kementerian ESDM, untuk jenis bensin, di Indonesia ada 5 pilihan angka RON yang beredar, yaitu 88, 90, 92, 95, dan 98.

Padahal, memakai bensin dengan RON lebih tinggi tidak selalu membuat kendaraan lebih irit. Pengaruhnya bergantung pada jenis mesin dan kebutuhan bahan bakar kendaraan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi, RON pada bensin itu apa sih? Apa maksud dari angka RON tersebut?

ADVERTISEMENT

Apa Itu RON?

RON merupakan singkatan dari Research Octane Number, yaitu angka yang mengukur kemampuan bensin dalam menahan tekanan di dalam mesin tanpa memicu pembakaran prematur (ngelitik atau knocking). Dikutip dari Kementerian ESDM, semakin tinggi angka RON, semakin besar ketahanan bahan bakar terhadap gejala tersebut.

Di Indonesia, angka RON antara lain ditemukan pada Premium dengan RON 88, Pertalite dengan RON 90, dan Pertamax dengan RON 92. Ada pula bensin RON 95 yang tersedia pada produk tertentu, seperti Pertamax Green, sedangkan RON 98 pada Pertamax Turbo.

Angka oktan berkaitan dengan kebutuhan mesin saat proses pembakaran berlangsung. Karena setiap kendaraan memiliki karakteristik mesin berbeda, kebutuhan angka oktannya pun tidak selalu sama.

Menurut penelitian pada Lembaran Publikasi LEMIGAS, kebutuhan angka oktan kendaraan dipengaruhi oleh rasio kompresi dan faktor lain pada mesin. Artinya, memilih bensin tidak cukup hanya dengan melihat angka RON yang paling tinggi.


Apakah RON Tinggi Membuat Bensin Lebih Irit?

Penelitian Budiharto dan Priangkoso menguji penggunaan bensin RON 88, RON 92, dan RON 95 pada tiga sepeda motor, yakni Honda Beat, Yamaha Vega-R, dan Suzuki Satria-FU. Hasilnya menunjukkan bahwa RON 95 menjadi bahan bakar paling efisien di antara jenis bensin yang diuji dalam penelitian tersebut.

Temuan itu dapat menjadi gambaran bahwa jenis bahan bakar bisa memengaruhi konsumsi BBM. Namun, hasil pengujian pada tiga sepeda motor tersebut tidak serta-merta berlaku untuk semua kendaraan, terlebih karena spesifikasi mesin dan kondisi penggunaan dapat berbeda.

Bensin beroktan tinggi dapat memberikan manfaat pada mesin yang dirancang untuk memanfaatkannya. Namun, manfaat tersebut tidak bisa digeneralisasi untuk semua kendaraan, terlebih jika tujuannya hanya menghemat pengeluaran untuk membeli BBM.

Cara Memilih Bensin yang Sesuai

detikers dapat memulai dengan memeriksa buku manual kendaraan untuk mengetahui rekomendasi bahan bakar dari pabrikan. Informasi tersebut menjadi acuan dalam memilih bensin yang sesuai dengan kebutuhan mesin.

Selain jenis bensin, konsumsi bahan bakar juga dipengaruhi kondisi kendaraan dan cara berkendara. Kecepatan, akselerasi mendadak, beban kendaraan, serta perawatan mesin dapat memengaruhi banyaknya bahan bakar yang digunakan.

Jadi, bensin dengan angka RON lebih tinggi belum tentu paling hemat untuk setiap kendaraan. Pilihan yang tepat adalah bahan bakar yang sesuai rekomendasi pabrikan, sehingga detikers tidak sekadar membayar lebih mahal tanpa manfaat yang sesuai dengan kebutuhan mesinnya.

Artikel ditulis Muhammad Fikri Haikal Saragih, peserta Maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: Gol Joao Felix Bawa Al Nassr Menang Vs Neom FC, Ronaldo Gagal Penalti"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads