Video memperlihatkan siswa SMA Negeri 1 Simpang Ulim, Aceh Timur, memprotes penebangan pohon di sekolah viral di media sosial. Pasca aksi itu, kepala sekolah (Kepsek) dicopot dari jabatannya.
Kejadian ini bermula saat Kepsek Laina Fariyani diduga menebang pohon-pohon besar yang ada di sekolah menggunakan alat berat, Kamis (22/10). Keesokan harinya, siswa melakukan protes karena pohon-pohon itu selama ini dipakai untuk berteduh saat panas terik.
Pohon yang ditebang disebut telah berusia lebih dari 10 tahun. Penebangan itu juga membuat sekolah menjadi gersang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi protes para siswa ini beredar di media sosial sehingga menjadi viral.
Usai kasus itu, Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Aceh Timur, Rahmatsah Putra mencopot Laina dan menunjuk Henny Mahera Siregar sebagai Plh Kepsek. Langkah itu disebut untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan lancar.
"Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan hak belajar para siswa," kata Rahmat dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, pihaknya ingin memastikan proses belajar mengajar di sekolah tersebut kembali kondusif, nyaman dan kembali normal. Plh Kepsek disebut bertugas mulai hari ini.
"Kami menunjuk Plh untuk memimpin roda administrasi dan operasional sekolah," ujarnya.
