Obama Kritik Trump soal Perang AS-Iran: Harga Hampir Semua Barang Naik

Internasional

Obama Kritik Trump soal Perang AS-Iran: Harga Hampir Semua Barang Naik

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikSumut
Senin, 26 Okt 2026 08:00 WIB
Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama kembali tampil di panggung politik dengan menghadiri kampanye Partai Demokrat di Detroit, Michigan, pada Sabtu (24/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Obama menyampaikan dukungan kepada sejumlah kandidat Demokrat yang maju dalam pemilihan di negara bagian Michigan. REUTERS/Rebecca Cook
Foto: Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. (REUTERS/Rebecca Cook)
Jakarta -

Mantan Presiden AS Barack Obama mengkritik keras Presiden AS Donald Trump soal perang melawan Iran. Obama menilai imbas keputusan itu kini hampir semua harga barang naik

Dilansir detikNews dari Al-Jazeera, Minggu (25/10/2026), Obama menyatakan bahwa "alasan mengapa harga hampir semua barang mengalami kenaikan" adalah akibat perang AS dan Iran.

"Iran tidak memiliki senjata nuklir karena saya telah menetapkan sebuah kesepakatan yang diakui oleh semua pihak mampu mencegah mereka memperoleh senjata nuklir. Dan saya tidak perlu meluncurkan satu pun rudal untuk mencapainya. Saya hanya perlu melakukan diplomasi," kata Obama dalam kampanye di Ohio menjelang pemilihan paruh waktu AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini, Iran memiliki hak veto atas Selat Hormuz, jalur yang dilalui minyak untuk didistribusikan ke pasar dunia," ujar mantan presiden tersebut.

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan perang AS-Iran menyebabkan harga minyak naik. Akibatnya, kini hampir semua barang mengalami kenaikan harga.

"Inilah alasan mengapa harga minyak naik. Inilah alasan mengapa harga bahan bakar diesel naik. Inilah alasan mengapa harga hampir semua barang mengalami kenaikan."

Berdasarkan kesepakatan tahun 2015 antara Obama dan Iran, yang secara resmi disebut sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), Iran setuju untuk membatasi pengayaan uranium dan bersedia menerima inspeksi sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi. Trump menarik diri dari JCPOA pada tahun 2018, selama masa jabatan pertamanya.

Baca selengkapnya di sini



(mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads