Mengapa Seseorang Bisa Disebut Narsis? Ternyata Ada Mitos Yunani di Baliknya!

Mengapa Seseorang Bisa Disebut Narsis? Ternyata Ada Mitos Yunani di Baliknya!

Nency Siagian - detikSumut
Sabtu, 24 Okt 2026 01:00 WIB
Ilustrasi pria narsis
Ilustrasi pria narsis (Foto: Dok. Chatgpt)
Medan -

Pernah nggak mikir, sebenarnya kata narsis itu darimana sih? Kalau lihat teman yang membanggakan dirinya pasti akan selalu ada kata narsis yang keluar dari mulut. Istilah ini sudah jadi bagian dari percakapan sehari-hari untuk menyindir orang yang hobi pamer.

Usut punya usut, kata narsis ternyata bukan sekadar slang modern, melainkan berasal dari mitologi Yunani Kuno. Kisah ini tercatat dalam karya penyair Romawi bernama Ovid dalam bukunya yang berjudul Metamorphoses. Tokoh utamanya adalah seorang pemuda tampan bernama Narcissus.

Narcissus lahir dari pasangan Dewa Sungai Cephissus dan nimfa Liriope. Sejak lahir, seorang peramal buta bernama Tiresias meramalkan bahwa Narcissus akan berumur panjang asal tidak melihat dirinya sendiri. Parasnya yang teramat tampan membuat banyak orang jatuh hati padanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, ketampanan tersebut membuat Narcissus tumbuh menjadi pribadi yang sangat dingin dan egois. Ia menolak serta mengabaikan semua orang yang mengagumi dirinya tanpa peduli pada perasaan mereka. Salah satu yang menjadi korban penolakannya adalah peri gunung bernama Echo.

Suatu hari, Narcissus yang lelah berjalan di hutan berhenti di tepi kolam jernih untuk minum. Saat membungkuk, ia melihat bayangan wajahnya sendiri di permukaan air untuk pertama kalinya. Tanpa sadar bahwa itu adalah bayangannya sendiri, ia langsung jatuh cinta setengah mati pada sosok tersebut.

ADVERTISEMENT

Terpikat oleh ketampanannya sendiri, Narcissus terus menatap kolam tanpa mau berpaling atau makan. Rasa cintanya yang tidak terbalaskan oleh bayangan air itu akhirnya membawa penderitaan tragis hingga ia meninggal di tepi kolam. Di tempat ia menghembuskan napas terakhir, tumbuhlah bunga yang kini dikenal sebagai bunga Daffodil.

Kisah tragis Narcissus ini mengajarkan bahaya dari rasa cinta berlebihan pada diri sendiri. Dari nama pemuda inilah lahir istilah "narsisme", yaitu kondisi mementingkan diri sendiri yang berlebihan dan kurangnya empati. Menariknya, cerita ini juga menginspirasi budaya populer modern, seperti nama karakter Narcissa Malfoy dalam serial Harry Potter.

Jadi, saat kamu menyebut temanmu narsis, ingatlah bahwa ada mitos ribuan tahun lalu di balik kata itu. Menyayangi diri sendiri memang penting, tapi jangan sampai berlebihan seperti Narcissus.

Artikel ini ditulis Nency Siagian, mahasiswa Unimed praktik kerja lapangan di detikSumut.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads