Pernah menulis resiko, sekedar, atau terimakasih saat mengirim pesan? Kata-kata tersebut sering muncul dalam percakapan sehari-hari, termasuk di media sosial. Namun, beberapa di antaranya memiliki bentuk penulisan baku yang berbeda.
Kesalahan penulisan bisa terjadi karena kita terbiasa melihat atau menggunakan suatu kata. Agar tidak keliru saat menulis tugas, laporan, berita, atau pesan formal, berikut 20 kata dan bentuk penulisan yang perlu diperhatikan.
Berikut 20 kata yang sering keliru ditulis:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Resiko atau Risiko?
Bentuk baku yang tepat adalah risiko, bukan resiko. Menurut KBBI, risiko berkaitan dengan kemungkinan terjadinya akibat yang merugikan atau membahayakan.
Contoh: Setiap keputusan memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan.
2. Sekedar atau Sekadar?
Bentuk bakunya adalah sekadar, bukan sekedar. Kata ini digunakan untuk menyatakan sesuatu yang hanya sebatas atau seperlunya.
Contoh: Saya sekadar ingin memastikan informasi tersebut benar.
3. Ijin atau Izin?
Bentuk baku yang benar adalah izin, bukan ijin. Kata ini digunakan untuk menyatakan perkenan atau persetujuan melakukan sesuatu.
Contoh: Ia meminta izin kepada dosen untuk meninggalkan kelas lebih awal.
4. Praktek atau Praktik?
Penulisan yang baku adalah praktik, bukan praktek. Kata ini dapat merujuk pada pelaksanaan nyata dari suatu teori.
Contoh: Mahasiswa mengikuti praktik di laboratorium.
5. Aktifitas atau Aktivitas?
Bentuk bakunya adalah aktivitas, bukan aktifitas. Kata ini merujuk pada kegiatan atau keaktifan seseorang.
Contoh: Aktivitas warga di pasar mulai ramai sejak pagi.
6. Merubah atau Mengubah?
Bentuk yang tepat adalah mengubah, bukan merubah, jika yang dimaksud ialah menjadikan sesuatu berbeda dari sebelumnya. Kata dasarnya adalah ubah.
Contoh: Ia berusaha mengubah kebiasaan buruknya secara bertahap.
7. Silahkan atau Silakan?
Bentuk baku yang benar adalah silakan, bukan silahkan. Kata ini digunakan untuk mempersilakan seseorang melakukan sesuatu.
Contoh: Silakan duduk sambil menunggu giliran. 8. Apotik atau Apotek? Bentuk bakunya adalah apotek, bukan apotik. Apotek merupakan tempat untuk meramu dan menjual obat serta memperdagangkan barang medis.
Contoh: Ia membeli obat di apotek dekat rumahnya.
9. Nafas atau Napas?
Penulisan yang tepat adalah napas, bukan nafas. Kata ini merujuk pada udara yang diisap dan dikeluarkan melalui sistem pernapasan.
Contoh: Ia berhenti sejenak untuk mengatur napas setelah berlari.
10. Terimakasih atau Terima Kasih?
Bentuk penulisan yang benar adalah terima kasih, dipisah menjadi dua kata, bukan terimakasih.
Contoh: Terima kasih telah membantu menyelesaikan pekerjaan ini.
11. Di Rumah atau Dirumah?
Bentuk yang tepat adalah di rumah, bukan dirumah, jika di berfungsi sebagai kata depan yang menunjukkan tempat. Kata depan di ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, sesuai kaidah EYD Edisi V
Contoh: Ia sedang beristirahat di rumah.
12. Dimana atau Di Mana?
Penulisan yang tepat adalah di mana, bukan dimana, ketika digunakan untuk menanyakan atau menunjukkan tempat. Kata depan di ditulis terpisah dari kata setelahnya.
Contoh: Di mana kamu membeli buku itu?
13. Antri atau Antre?
Bentuk bakunya adalah antre, bukan antri. Kata ini berarti berdiri berderet untuk menunggu giliran.
Contoh: Pengunjung harus antre sebelum memasuki ruangan.
14. Himbau atau Imbau?
Bentuk baku yang benar adalah imbau, bukan himbau. Kata ini berarti meminta atau mengajak seseorang melakukan sesuatu.
Contoh: Petugas mengimbau warga menjaga kebersihan lingkungan.
15. Nasehat atau Nasihat?
Penulisan yang baku adalah nasihat, bukan nasehat. Kata ini merujuk pada ajaran atau anjuran yang baik.
Contoh: Ia selalu mengingat nasihat orang tuanya.
16. Jaman atau Zaman?
Bentuk baku yang tepat adalah zaman, bukan jaman. Kata ini merujuk pada masa atau periode tertentu.
Contoh: Perkembangan teknologi semakin pesat pada zaman modern.
17. Cendikiawan atau Cendekiawan?
Bentuk bakunya adalah cendekiawan, bukan cendikiawan. Kata ini merujuk pada orang yang memiliki kecendekiaan atau kemampuan berpikir yang tinggi.
Contoh: Cendekiawan itu memberikan pandangan mengenai pendidikan.
18. Karir atau Karier?
Penulisan yang baku adalah karier, bukan karir. Kata ini merujuk pada perkembangan dan kemajuan dalam pekerjaan atau profesi seseorang.
Contoh: Ia ingin mengembangkan karier di bidang jurnalistik.
19. Analisa atau Analisis?
Bentuk baku yang tepat adalah analisis, bukan analisa, untuk menyebut penyelidikan terhadap suatu peristiwa atau keadaan guna mengetahui keadaan yang sebenarnya.
Contoh: Tim melakukan analisis terhadap data yang telah dikumpulkan.
20. Sekretaris atau Sekertaris?
Bentuk baku yang benar adalah sekretaris, bukan sekertaris. Kata ini merujuk pada orang yang bertugas mengurus administrasi atau kesekretariatan.
Contoh: Sekretaris mencatat hasil rapat untuk dibagikan kepada peserta.
Periksa Kembali Sebelum Menulis
Kesalahan penulisan kata mudah terjadi ketika kita terbiasa menggunakan bahasa informal dalam percakapan sehari-hari. Namun, dalam tulisan formal seperti berita, tugas kuliah, laporan, dan surat resmi, penggunaan bentuk baku tetap perlu diperhatikan.
Jika ragu, kita bisa memeriksa kata melalui KBBI Daring dan mempelajari aturan penulisannya melalui EYD Edisi V. Kedua sumber tersebut dapat menjadi rujukan agar kita tidak hanya mengandalkan kebiasaan saat menulis bahasa Indonesia.
Artikel ini ditulis Muhammad Fikri Haikal Saragih, peserta Maganghub di detikcom.
