Buah mangga tengah masuk musimnya saat ini. Karena tidak ada setiap hari, tidak sedikit orang yang makan mangga setiap hari ketika sudah musimnya.
Mangga tidak hanya enak dimakan secara langsung, tapi juga ketika diolah menjadi jus, smoothie, hingga campuran yoghurt. Tak heran jika buah ini jadi favorit untuk menemani aktivitas sehari-hari.
Namun, apa yang terjadi pada tubuh jika rutin makan mangga setiap hari? Ahli gizi mengungkap sejumlah manfaatnya, mulai dari menjaga pencernaan hingga mendukung kesehatan metabolisme.
Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Makan Mangga Setiap Hari
Dikutip detikFood dari Real Simple ini yang terjadi pada tubuh jika mengonsumsi mangga setiap hari.
1. Berpotensi Mendukung Kesehatan Metabolisme
Manfaat mangga tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga berpotensi mendukung kesehatan metabolisme dalam jangka panjang jika dikonsumsi secara rutin.
Morris menjelaskan bahwa rasa manis mangga tidak serta-merta membuat buah ini buruk bagi kesehatan.
Ia mengutip penelitian terkontrol secara acak yang melibatkan orang dengan pradiabetes.
Konsumsi mangga setiap hari selama 24 minggu dalam penelitian tersebut dikaitkan dengan perbaikan kontrol gula darah, sensitivitas insulin, dan komposisi tubuh.
Penelitian lain juga menemukan potensi manfaat mangga bagi kesehatan usus berkat kandungan polifenolnya. Salah satu senyawa yang diteliti adalah galotanin, yang memiliki sifat antioksidan dan aktivitas antiinflamasi.
2. Makan Mangga Berlebihan Bisa Picu Keluhan
Meski kaya nutrisi, mangga tetap perlu dikonsumsi dalam porsi wajar karena mengandung gula alami.
Makan terlalu banyak sekaligus berpotensi meningkatkan gula darah dengan cepat atau menimbulkan perut kembung.
Morris menyarankan agar mangga dikombinasikan dengan sumber protein dan lemak sehat untuk membuat camilan lebih seimbang. Contohnya, mangga dapat disantap bersama yoghurt, keju cottage, atau kacang pistachio.
Jamie Lee McIntyre juga mengingatkan bahwa peningkatan asupan serat secara mendadak dapat mengubah pola buang air besar untuk sementara.
Karena itu, konsumsi sebaiknya dimulai dari porsi yang nyaman dan ditingkatkan secara bertahap.
Simak Video "Video Apoteker: Kekurangan Mikronutrien Jadi Akar Kasus Stunting di Indonesia"
(astj/astj)