Wagub Targetkan Pembangunan 50 Ribu Huntap Korban Bencana Aceh Tuntas 2027

Aceh

Wagub Targetkan Pembangunan 50 Ribu Huntap Korban Bencana Aceh Tuntas 2027

Agus Setyadi - detikSumut
Rabu, 21 Okt 2026 11:01 WIB
Lahan Huntap Aceh Tamiang Terpenuhi, Satgas PRR Pacu Penyelesaian Fasilitas Pendukung
Pembangunan huntap untuk korban bencana di Aceh (Foto: Kemendagri)
Banda Aceh -

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Dek Fadh menargetkan pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk korban bencana di Tanah Rencong tuntas pada 2027 mendatang. Dia meminta pemerintah kabupaten/kota bekerjasama menyediakan lahan untuk pembangunan.

"Untuk masalah rumah ini 2026-2027 harus siap semua. Tanggung jawab kepala daerah menyediakan lahan. Tahun 2027 harus sudah siap. Jangan sampai rumahnya siap dibangun, tetapi lahannya tidak ada," kata Dek Fadh dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Dek Fadh telah memberikan arahan kepada kepala daerah dalam rapat pemutakhiran Rencana Induk (Renduk) kebutuhan rumah pascabencana di Aceh secara virtual dari Kantor Gubernur Aceh, Selasa (20/10). Ia mengingatkan agar pembangunan Huntap tidak terkendala hanya karena lahan belum disiapkan ketika proses pengerjaan akan dimulai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pemutakhiran data pemerintah kabupaten dan kota, tercatat sebanyak 402.197 unit rumah mengalami kerusakan akibat bencana. Jumlah itu terdiri atas 50.396 unit rusak berat, 73.097 unit rusak sedang, dan 278.704 unit rusak ringan.

Dari 50.396 rumah rusak berat yang membutuhkan pembangunan baru, sebanyak 18.030 unit akan dibangun secara komunal oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di atas lahan yang disediakan pemerintah. Sementara itu, 32.366 unit lainnya akan dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di atas lahan yang disediakan korban banjir.

ADVERTISEMENT

"Angka kebutuhan rumah masih berpotensi berubah seiring proses verifikasi, validasi, dan pembahasan bersama pemerintah kabupaten dan kota. Pemerintah daerah terus memperbarui data rumah rusak melalui aplikasi Jitupasna agar kebutuhan pembangunan dapat teridentifikasi dengan tepat," ujarnya.

Kepala Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), Wahyu Bintono Hari Bawono meminta dukungan pemerintah daerah untuk memperlancar pembangunan huntap di Aceh.

Menurutnya, sebanyak 50 paket pekerjaan pembangunan huntap di Aceh telah menandatangani kontrak pada tahun 2026. Para pemenang proyek juga telah dikumpulkan di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mendapatkan arahan agar pekerjaan dilaksanakan tepat waktu, tepat hasil, dan tepat guna.

Wahyu mengakui pembangunan menghadapi tantangan waktu karena harus mengejar target hingga akhir tahun. Meski demikian, ia berharap hal tersebut tidak menghambat pembangunan huntap komunal.

"Kami meminta pemerintah kabupaten dan kota berkoordinasi secara intensif dengan pelaksana proyek, terutama dalam penyediaan lahan dan perbaikan akses jalan menuju lokasi pembangunan," jelas Wahyu.



(agse/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads