Dudung menyebut penetapan status bencana nasional berpotensi membuka akses bantuan internasional dalam skala lebih luas. Meski demikian, Indonesia telah menerima bantuan teknis dari Malaysia berupa tiga helikopter dan 52 personel untuk mendukung penanganan karhutla.
Ia menambahkan, tantangan utama dalam penanggulangan karhutla saat ini lebih berkaitan dengan kendala teknis di lapangan. Beberapa di antaranya meliputi distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan keterbatasan ketersediaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) pendukung. (afb/afb)
