Tikus merupakan salah satu hewan yang sering mengganggu kenyamanan di rumah. Tak hanya merusak berbagai barang, hewan pengerat ini juga berpotensi menyebarkan penyakit yang dapat membahayakan kesehatan penghuni rumah.
Berbagai cara dilakukan untuk membasmi tikus, mulai dari memakai perangkap hingga racun. Namun, setelah tikus mati, masih ada hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu cara membuang bangkainya dengan aman.
Bangkai tikus tak boleh ditangani sembarangan. Pasalnya, kuman dari tikus bisa menyebar melalui urine, kotoran, air liur, maupun material yang terkontaminasi. Proses membersihkan bangkai dan area sekitarnya juga berisiko menimbulkan paparan penyakit bila dilakukan tanpa langkah pencegahan yang tepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikProperti dari situs Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk membuang bangkai tikus dengan aman.
Cara Aman Buang Bangkai Tikus di Rumah
Ini langkah-langkah yang bisa dilakukan ketika menemukan bangkai tikus di rumah.
1. Gunakan Sarung Tangan
Sebelum menangani bangkai tikus, gunakan sarung tangan karet atau plastik sekali pakai. Langkah tersebut penting untuk menghindari kontak langsung dengan bangkai maupun material yang terkontaminasi.
Bila ada kutu atau parasit pada tikus, hindari menyentuhnya secara langsung. Penggunaan obat antiserangga pada pakaian atau kulit sebaiknya mengikuti petunjuk produk dan tak menggantikan penggunaan alat pelindung diri.
2. Semprotkan Disinfektan
Semprotkan disinfektan pada bangkai tikus, sarang, perangkap, serta area di sekitarnya sampai basah. Diamkan selama waktu yang dianjurkan pada label produk.
Jangan langsung menyapu atau memakai penyedot debu untuk membersihkan kotoran tikus yang berada di sekitar lokasi. Tindakan itu bisa bikin partikel yang terkontaminasi beterbangan ke udara.
3. Masukkan Bangkai ke Dalam Dua Kantong Plastik
Usai disinfektan bekerja sesuai petunjuk, masukkan bangkai tikus ke dalam kantong plastik. Bila terdapat sarang atau perangkap sekali pakai, masukkan juga ke dalam kantong tersebut setelah didisinfeksi.
Ikat kantong hingga tertutup rapat. Selanjutnya, masukkan kantong pertama ke kantong plastik kedua, lalu ikat kembali untuk mencegah kebocoran.
Apabila menggunakan perangkap yang hendak dipakai kembali, bersihkan dan disinfeksi sesuai petunjuk produk. Tetap gunakan sarung tangan selama proses pembersihan.
4. Buang ke Tempat Sampah Tertutup
Masukkan kantong berisi bangkai tikus ke tempat sampah yang punya penutup dan buang sesuai ketentuan pengelolaan sampah setempat.
Jika jumlah bangkai cukup banyak atau ditemukan di area yang luas, hubungi dinas kesehatan atau petugas pengendalian hama untuk mendapatkan petunjuk penanganan yang tepat.
5. Bersihkan Sarung Tangan dan Tangan
Setelah proses pembuangan selesai, lepaskan sarung tangan dengan hati-hati supaya bagian luarnya tidak menyentuh kulit. Buang sarung tangan sekali pakai ke tempat sampah.
Lalu, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Pastikan tidak ada bagian tangan yang terlewat.
Perhatikan Kebersihan Area Bekas Tikus
Selain membuang bangkai, penghuni rumah perlu membersihkan area yang menjadi tempat tikus bersarang atau meninggalkan kotoran. Pakai disinfektan sesuai petunjuk dan hindari kontak langsung dengan material yang terkontaminasi.
Jangan mencampurkan disinfektan dengan bahan pembersih lain, terutama pemutih dengan amonia atau produk yang mengandung asam, karena bisa menghasilkan gas berbahaya.
Jika ditemukan banyak kotoran atau bangkai tikus, terutama di ruang tertutup, lakukan penanganan dengan lebih hati-hati dan pertimbangkan bantuan tenaga profesional.
Itulah cara membuang bangkai tikus di rumah dengan aman. Menjaga kebersihan lingkungan dan menutup celah yang menjadi jalan masuk tikus juga penting untuk mencegah hewan itu kembali bersarang di rumah.
